UNTIRTA Dorong Desa Sindangheula Terapkan Tata Kelola Berbasis Data

SERANG, TirtaNews — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) mendorong Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, memperkuat tata kelola pemerintahan melalui transformasi digital dan literasi data. Upaya itu dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Statistika Fakultas Teknik UNTIRTA, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Good Governance Desa Sindangheula Melalui Transformasi Digital: Pendampingan Visualisasi Data Anggaran Bagi Perangkat Desa dan Literasi Data Bagi Karang Taruna” tersebut digelar di Saung Bioflok Desa Sindangheula. Pesertanya terdiri atas perangkat desa, pengurus dan anggota Karang Taruna, serta perwakilan masyarakat.
Kepala Desa Sindangheula, Suheli, membuka kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 12.30 WIB. Hadir pula Ketua Pelaksana PKM Ferdian Bangkit Wijaya, Ketua Jurusan Statistika Fakultas Teknik UNTIRTA Faula Arina, Weksi Budiaji, Putri Dina Sari, Sekretaris Jurusan Statistika Agung Satrio Wicaksono, serta sejumlah dosen.
Fokus utama kegiatan adalah mendorong pemerintah desa mengolah dan menyajikan data anggaran secara lebih informatif melalui teknologi digital. Selama ini, informasi anggaran desa antara lain disampaikan melalui poster. Tim PKM UNTIRTA mendorong agar informasi tersebut dikembangkan dalam format digital dan dapat diakses melalui laman desa.
Ketua Pelaksana PKM, Ferdian Bangkit Wijaya, mengatakan digitalisasi informasi anggaran dapat membuat masyarakat lebih mudah mengetahui sekaligus memahami pengelolaan keuangan dan program desa.
“Informasi anggaran di desa yang sebelumnya dari poster kemudian kita digitalkan di website. Jadi masyarakat bisa lebih mudah mengetahui dan memahami informasi yang ada,” kata Ferdian.
Menurut dia, keterbukaan informasi merupakan salah satu bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang baik. Karena itu, perangkat desa perlu memiliki kemampuan mengolah data secara akurat sekaligus menyajikannya dalam bentuk yang mudah dipahami masyarakat.
“Kita juga harus jujur terhadap data. Karena data menjadi bagian penting dalam keterbukaan informasi dan dalam membangun pemerintahan desa yang lebih baik,” ujarnya.
Selain materi mengenai digitalisasi dan visualisasi data anggaran, tim UNTIRTA memberikan literasi mengenai risiko pinjaman online ilegal serta judi online. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pemanfaatan teknologi digital.
Ferdian mengatakan transformasi digital tidak cukup hanya dengan memindahkan informasi dari media konvensional ke platform digital. Pemerintah desa juga perlu memastikan informasi yang disampaikan akurat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula Suheli mengapresiasi pendampingan yang diberikan Jurusan Statistika Fakultas Teknik UNTIRTA. Menurut dia, materi tersebut sesuai dengan kebutuhan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pengelolaan dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Kami Pemerintah Desa Sindangheula menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Jurusan Statistika Fakultas Teknik UNTIRTA yang telah memilih Desa Sindangheula sebagai lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” kata Suheli.
Ia mengatakan pemerintah desa membutuhkan kemampuan mengelola data secara transparan dan akurat. Digitalisasi diharapkan membuat informasi mengenai program, kegiatan, dan anggaran desa lebih mudah diakses masyarakat.
“Dengan adanya pendampingan dari UNTIRTA, kami berharap perangkat desa semakin memahami bagaimana menyajikan data secara transparan, akurat dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Suheli juga menilai literasi data penting diberikan kepada Karang Taruna. Generasi muda, kata dia, harus mampu membaca dan memahami informasi di tengah derasnya arus informasi digital.
“Literasi data sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Mereka harus mampu membaca, memahami dan menggunakan data dengan baik. Jangan sampai teknologi justru digunakan untuk hal-hal yang merugikan,” kata Suheli.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Bagi Desa Sindangheula, digitalisasi data diharapkan tidak hanya memperbaiki cara informasi disampaikan, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawasi pembangunan desa. (Sarman/Red)
