Jembatan Perintis Merah Putih Buka Akses Warga Dua Kampung di Pamarayan

SERANG, TirtaNews — Jembatan Perintis Merah Putih di Kampung Ampel, Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, mulai memberi kemudahan bagi warga yang selama ini mengandalkan jembatan bambu untuk beraktivitas. Jembatan sepanjang sekitar 13 meter dan lebar 3 meter itu menghubungkan Kampung Ampel dengan Kampung Warung Kole.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi akses baru bagi warga, termasuk anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur penghubung kedua kampung. Sebelum jembatan dibangun, warga harus melewati jembatan bambu yang kondisinya sederhana.
Babinsa Koramil 0602-20/Pamarayan, Serma Jakaria, mengatakan keberadaan jembatan permanen membuat warga tidak lagi bergantung pada jembatan bambu.
“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat tidak lagi harus mengandalkan jembatan bambu untuk menyeberang. Anak-anak sekolah juga memiliki akses yang lebih aman dan mudah menuju sekolah,” kata Jakaria, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurut dia, jembatan tersebut tidak hanya memperpendek dan mempermudah akses antar-kampung, tetapi juga berpotensi memperlancar kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.
Pembangunan Jembatan Perintis Merah Putih merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pembangunan itu disebut terlaksana atas inisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Komandan Kodim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistiyanto mengatakan pembangunan infrastruktur penghubung seperti jembatan penting bagi wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.
“Jembatan ini merupakan wujud nyata pembangunan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujar Oke.
Dia berharap warga ikut menjaga kondisi jembatan agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Menurut Oke, keberadaan jembatan bukan semata menghubungkan dua kampung, tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan, pelayanan masyarakat, kegiatan ekonomi, dan aktivitas sosial.
Dengan adanya jembatan tersebut, warga Kampung Ampel dan Kampung Warung Kole kini memiliki jalur penghubung yang lebih layak dibandingkan sebelumnya. Infrastruktur itu diharapkan dapat menunjang mobilitas warga sekaligus mengurangi risiko yang selama ini muncul saat menggunakan jembatan bambu. (Az/Red)
