Dinkes Banten Perkuat BIAS dan CKG Sekolah, Ati: Deteksi Kesehatan Anak Harus Dimulai Sedini Mungkin

0
Dinkes Banten Perkuat BIAS dan CKG Sekolah, Ati: Deteksi Kesehatan Anak Harus Dimulai Sedini Mungkin
Views: 2

SERANG, TirtaNews — Dinas Kesehatan Provinsi Banten mendorong penguatan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lingkungan sekolah. Program tersebut dinilai penting untuk memastikan masalah kesehatan anak dapat diketahui lebih awal sekaligus memperkuat perlindungan melalui imunisasi.

‎Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, mengatakan sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk melakukan intervensi kesehatan karena dapat menjangkau anak secara langsung.

‎Menurut Ati, pemeriksaan kesehatan anak tidak semestinya dilakukan ketika sudah muncul keluhan. Melalui CKG, berbagai kondisi kesehatan dapat disaring lebih awal sehingga anak yang membutuhkan penanganan dapat segera memperoleh tindak lanjut.

‎“Deteksi dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak. Semakin cepat suatu masalah kesehatan ditemukan, semakin cepat pula dilakukan penanganan dan intervensi,” ujar Ati.

‎Program CKG Sekolah mencakup pemeriksaan status gizi, kesehatan gigi, mata, telinga, serta penapisan kesehatan umum. Hasil pemeriksaan menjadi bahan untuk menentukan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing siswa.

‎Sementara itu, BIAS memberikan imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah. Sasaran program antara lain siswa kelas 1 untuk imunisasi Measles-Rubella (MR) dan siswi kelas 5 untuk vaksin Human Papillomavirus (HPV).

‎Ati mengatakan imunisasi merupakan salah satu langkah pencegahan penyakit yang penting dilakukan sejak usia sekolah. Karena itu, ia mengajak orang tua dan siswa tidak khawatir terhadap pelaksanaan imunisasi.

‎“Anak-anak tidak perlu takut diimunisasi. Imunisasi merupakan bentuk perlindungan agar mereka dapat tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” kata dia.

‎Pelaksanaan BIAS dan CKG dilakukan melalui kolaborasi antara dinas kesehatan, puskesmas, sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah. Puskesmas menjadi salah satu ujung tombak dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan anak di wilayah.

‎Dinkes Banten juga menekankan agar kegiatan pemeriksaan tidak berhenti pada tahap skrining. Apabila ditemukan gangguan kesehatan, siswa perlu memperoleh edukasi, pemantauan, maupun pelayanan lanjutan sesuai kebutuhan.

‎Menurut Ati, pembangunan kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang. Anak yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk mengikuti proses pembelajaran secara optimal dan berkembang sesuai potensinya.

‎“Target akhirnya bukan sekadar terlaksananya pemeriksaan dan imunisasi, tetapi bagaimana anak-anak Banten tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, produktif, dan berkualitas,” ujar Ati.

‎Dinkes Banten mengajak seluruh orang tua mendukung pelaksanaan BIAS dan CKG di sekolah. Dukungan keluarga dinilai penting untuk membangun kesadaran anak bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.

‎Melalui program tersebut, pemerintah berharap deteksi masalah kesehatan anak dapat dilakukan sedini mungkin sekaligus memperluas cakupan perlindungan kesehatan bagi generasi muda di Banten. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *