Suara Mahasiswa IPMAPAN Sorong: Pemda Paniai Diminta Buka Mata dan Perhatikan Kondisi Mahasiswa

0
Suara Mahasiswa IPMAPAN Sorong: Pemda Paniai Diminta Buka Mata dan Perhatikan Kondisi Mahasiswa
Views: 2

SORONG, TirtaNews — Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Paniai se-Kota Studi Sorong (IPMAPAN Sorong) mendesak Pemerintah Kabupaten Paniai segera memperhatikan kondisi tempat tinggal mahasiswa dan mahasiswi asal Paniai di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Mahasiswa menilai kondisi asrama atau kontrakan yang mereka tempati saat ini memprihatinkan. Salah satu kamar bahkan mengalami kerusakan pada bagian tembok hingga roboh.

Kondisi tersebut disampaikan IPMAPAN Sorong dalam keterangan pers di Asrama/Kontrakan Mahasiswa Paniai, Kota Sorong, Rabu, 27 Agustus 2026, pukul 12.23 WIT.

Ketua Kontrakan/Asrama Mahasiswa Paniai, Oktovianus Mote, mengatakan kerusakan bangunan bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi mahasiswa. Para penghuni juga kerap dibayangi ancaman pengusiran akibat keterlambatan pembayaran sewa.

Menurut dia, ketidakpastian tempat tinggal tersebut mengganggu kenyamanan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan.

Kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan dan proses pendidikan kami. Ini bukan lagi persoalan kecil yang bisa terus dibiarkan!” kata Oktovianus.

Ketua Badan Pengurus IPMAPAN Sorong, Nopi Degei, mengatakan pihaknya tidak sekadar meminta pemerintah memperbaiki kerusakan bangunan. Mahasiswa mendesak Pemkab Paniai membangun asrama permanen di Kota Studi Sorong.

“Jika sebagai orang tua kami sendiri tidak membuka mata dan melihat kondisi anak-anak Paniai yang sedang menempuh pendidikan, kepada siapa lagi kami harus berharap?” ujar Nopi.

Ia mengatakan mahasiswa asal Paniai merupakan generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan pembangunan daerah. Karena itu, dukungan berupa tempat tinggal yang layak dinilai sebagai bagian dari investasi terhadap sumber daya manusia Paniai.

“Kami adalah generasi muda Paniai, calon penerus dan pemimpin Papua, khususnya Kabupaten Paniai. Jangan biarkan kami terus berpindah-pindah kontrakan, hidup dalam ketidakpastian, bahkan menghadapi pengusiran karena keterbatasan biaya,” kata dia.

Nopi menegaskan mahasiswa tidak menuntut fasilitas mewah. Mereka hanya menginginkan tempat tinggal yang aman, layak, dan permanen sehingga dapat berkonsentrasi menyelesaikan pendidikan.

Kami tidak minta mewah, kami minta layak.

IPMAPAN Sorong juga mempertanyakan sejauh mana kehadiran Pemkab Paniai dalam memperhatikan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa perhatian dan solusi nyata, maka kami patut mempertanyakan: apakah Pemda Kabupaten Paniai benar-benar hadir untuk mahasiswa, atau justru membiarkan kami terlantar?” demikian pernyataan sikap IPMAPAN Sorong.

Mahasiswa meminta pemerintah tidak berhenti pada janji, tetapi segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keberadaan asrama yang layak dan permanen.

“Buka mata, lihat kondisi kami. Dengarkan suara kami. Jangan hanya berjanji, tunjukkan tindakan nyata,” kata mereka.

IPMAPAN Sorong menutup pernyataannya dengan mengingatkan pemerintah bahwa mahasiswa yang kini menuntut ilmu merupakan bagian dari masa depan Kabupaten Paniai.

Hari ini kami mahasiswa. Besok kami adalah penerus Paniai. Jangan telantarkan generasi yang sedang mempersiapkan masa depan Paniai.

(Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *