Maulid Nabi di Pasagi Kembang, Kades Sindangheula Ajak Teladani Akhlak Rasulullah

SERANG, TirtaNews — Sekitar 500 warga menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Pasagi Kembang, RT 011/RW 004, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Senin malam, 24 Agustus 2026.
Peringatan yang mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari” itu dihadiri Kepala Desa Sindangheula Suheli, para kiai dan ustaz, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta warga dari sejumlah wilayah sekitar.
Jamaah mulai memadati masjid sejak acara dimulai. Kehadiran warga dari luar Kampung Pasagi Kembang membuat peringatan Maulid berlangsung semarak. Namun, kegiatan tetap berlangsung dalam suasana khidmat.
Bagi masyarakat setempat, Maulid Nabi bukan sekadar agenda tahunan. Peringatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui keteladanan akhlaknya.
Kepala Desa Sindangheula Suheli mengatakan nilai utama Maulid Nabi terletak pada bagaimana masyarakat menerapkan ajaran dan perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid Nabi bukan hanya sekadar tradisi tahunan. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengambil hikmah dari kehidupan Rasulullah SAW dan menerapkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suheli.
Ia menyebut kejujuran, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, menjaga silaturahmi, dan menghormati orang lain merupakan nilai yang tetap relevan dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Suheli, kecintaan kepada Rasulullah semestinya tidak berhenti pada perayaan. Kecintaan itu harus tercermin melalui perilaku warga di lingkungan keluarga, bertetangga, hingga kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan.
“Kalau kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat, mudah-mudahan akhlak beliau juga semakin kita teladani,” katanya.
Suheli juga mengapresiasi tingginya partisipasi warga. Ia menilai kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi sekaligus menjadi ruang memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Yang tidak kalah penting dari kegiatan seperti ini adalah silaturahmi. Warga bisa berkumpul, saling bertemu, mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan,” ujarnya.
Ia berharap Maulid Nabi memberikan pengaruh lebih jauh daripada sekadar kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan tersebut diharapkan menjadi pedoman warga dalam membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.
“Semoga setelah kegiatan ini kita semua semakin mencintai Rasulullah SAW, semakin baik akhlaknya, semakin peduli kepada sesama, dan Desa Sindangheula semakin rukun, maju desanya dan bahagia warganya,” kata Suheli.
Peringatan di Masjid Al-Ikhlas ditutup dengan doa bersama. Jamaah mengikuti rangkaian acara hingga selesai dalam suasana tertib dan khidmat. (Sarman/Red)
