Al Barokah Qolbun Salim Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak di Era Digital‎

0
Al Barokah Qolbun Salim Cetak Generasi Cerdas dan Berakhlak di Era Digital‎
Views: 3

JAKARTA, TirtaNews — Suasana penuh syukur dan kebahagiaan mewarnai kegiatan Tasyakuran dan Pentas Seni RA Al Barokah Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar di Hotel 101 Urban Thamrin, Sabtu, 20 Juni 2026. Mengusung tema “Tumbuh Cerdas, Berakhlak Mulia, Siap Melangkah”, kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi atas capaian pendidikan sekaligus pelepasan peserta didik menuju jenjang berikutnya.

‎Kepala Sekolah RA Al Barokah, Rita Hapson, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pendidikan selama satu tahun ajaran. Ia mengapresiasi dukungan orang tua dan komite sekolah yang terus mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada lembaga tersebut.

‎“Kepercayaan dari orang tua menjadi modal penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter anak-anak,” ujarnya dalam sambutan.

‎Dalam beberapa tahun terakhir, RA Al Barokah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Lembaga pendidikan anak usia dini itu telah meraih Akreditasi B dan mencatat sejumlah prestasi di tingkat Jakarta Pusat. Di antaranya, Juara I Pembacaan Hadis dengan Gerakan, Juara I Lomba Bola Keranjang, Juara Harapan III Tahfiz Hafalan Ayat Kursi, serta Juara Harapan II Lomba Salat Berjamaah.

‎Berbagai capaian tersebut, menurut pihak sekolah, menjadi indikator bahwa pendidikan usia dini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, spiritualitas, dan keterampilan sosial anak.

‎Ketua Umum Yayasan Al Barokah Qolbun Salim, Asep Saefudin, mengajak masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan pendidikan di RA Al Barokah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada lembaga tersebut.

‎Sementara itu, pendiri sekaligus Ketua Pembina yayasan, M. Hasan Gaido, menjelaskan bahwa Yayasan Al Barokah Qolbun Salim didirikan pada 17 Juni 2006 sebagai bagian dari pengembangan dakwah dan pelayanan umat yang sebelumnya berpusat di Masjid Al Barokah.

‎Menurut Hasan, yayasan memiliki ruang pengabdian yang luas, mencakup bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam memperluas manfaat lembaga bagi umat dan bangsa.

‎Dalam kesempatan tersebut, Hasan juga menyoroti tantangan pendidikan Islam di tengah arus globalisasi dan digitalisasi. Ia menilai lembaga pendidikan perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keimanan dan akhlak.

‎“Generasi masa depan harus dibekali ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, serta kemampuan menghadapi perubahan. Pendidikan tidak cukup hanya mencetak anak yang cerdas, tetapi juga melahirkan pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), telah mulai dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas pendidikan. Namun, teknologi tetap dipandang sebagai alat bantu yang mendukung proses belajar, sementara pembentukan iman, akhlak, dan kebijaksanaan tetap menjadi inti pendidikan.

‎Melalui kegiatan tasyakuran dan pentas seni ini, RA Al Barokah menegaskan komitmennya untuk terus membangun generasi Qur’ani yang berilmu, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan di era digital. Sebuah ikhtiar yang dinilai semakin relevan di tengah perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung cepat. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *