PJU Kasemen–Pontang Banyak Padam, AMPERA Banten Soroti Anggaran Pemeliharaan Dishub

0
PJU Kasemen–Pontang Banyak Padam, AMPERA Banten Soroti Anggaran Pemeliharaan Dishub
Views: 2

SERANG, TirtaNews.co.id – Penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas jalan provinsi Kasemen–Pontang, Kabupaten Serang, dikeluhkan warga. Sejumlah lampu dilaporkan mati, sementara beberapa fasilitas pendukungnya ditemukan rusak hingga kehilangan komponen utama.

Temuan tersebut diungkap Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi Banten (LSM AMPERA Banten) setelah melakukan investigasi lapangan. Selain lampu yang tidak berfungsi, organisasi itu menemukan kabel jaringan terputus dan sejumlah kotak baterai penyimpanan listrik pada PJU tenaga surya yang hilang.

AMPERA juga menemukan lampu berbasis panel surya yang diduga dimodifikasi dengan menggunakan kabel listrik konvensional. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai pemeliharaan dan pengamanan aset PJU milik Pemerintah Provinsi Banten.

Ketua LSM AMPERA Banten, Badru Tamami, mempertanyakan pengelolaan anggaran pembangunan dan pemeliharaan PJU oleh Dinas Perhubungan Provinsi Banten. Menurut dia, kerusakan fasilitas yang ditemukan di lapangan perlu dijelaskan, terutama terkait keberadaan komponen yang hilang.

“Kondisi di lapangan sangat janggal. Ada kotak baterai PJU tenaga surya yang lenyap, kabel terputus, hingga PJU solar cell yang malah ditarik kabel listrik biasa,” kata Badru.

Ia meminta Dishub Banten membuka informasi mengenai alokasi dan realisasi anggaran pemeliharaan PJU. Badru menilai kondisi tersebut tidak semestinya dibiarkan karena menyangkut keselamatan pengguna jalan.

PJU yang tidak berfungsi, menurut dia, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan membuka peluang terjadinya tindak kriminalitas, terutama pada malam hari.

Keluhan serupa disampaikan seorang warga Pontang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengatakan sejumlah titik jalan menjadi gelap ketika malam karena lampu penerangan tidak menyala.

“Kalau malam jalanan benar-benar gelap karena lampunya pada mati. Kondisi begini sangat membahayakan pengendara, terutama roda dua. Kami merasa waswas setiap kali melintas,” ujarnya.

Atas temuan tersebut, AMPERA mendesak Dishub Provinsi Banten melakukan inspeksi langsung pada malam hari di sepanjang ruas Kasemen–Pontang. Pemeriksaan pada malam hari dinilai penting agar petugas dapat memastikan titik-titik PJU yang benar-benar tidak berfungsi.

Organisasi itu juga meminta pemerintah provinsi membuka informasi anggaran pembangunan dan pemeliharaan PJU kepada publik. Termasuk menjelaskan dugaan hilangnya aset maupun komponen fasilitas penerangan jalan.

AMPERA menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada tindakan nyata dari Dishub Banten. Bagi organisasi itu, perbaikan PJU bukan sekadar urusan fasilitas infrastruktur, melainkan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan atau klarifikasi dari Dinas Perhubungan Provinsi Banten mengenai temuan dan tudingan tersebut. (Aep/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *