Anak Sapiyah Keluhkan Pelayanan Kesehatan, Kesulitan Cari Rumah Sakit Rujukan

SERANG, TirtaNews.co.id – Johadi, anak kedua Sapiyah, mengaku kesulitan mencari rumah sakit yang bersedia menerima ibunya untuk mendapatkan penanganan lanjutan setelah diminta pulang dari RSUD Banten pada 14 Oktober 2026.
Sapiyah mengalami kerusakan pada kedua ginjal dan membutuhkan cuci darah dua kali dalam sepekan. Namun, menurut penuturan Johadi, kondisi ibunya belum membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Bahkan, Sapiyah disebut masih kesulitan menelan minuman.
Johadi menuturkan, setelah diminta pulang dan mencari rumah sakit lain, ia berupaya mencari fasilitas kesehatan di wilayah Serang. Namun, menurut pengakuannya, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena tidak ada rumah sakit yang bersedia menerima ibunya.
Kondisi Sapiyah semakin memprihatinkan ketika ia mengalami kesakitan sepanjang malam hingga tidak bisa tidur. Melihat ibunya terus merintih menahan sakit, Johadi akhirnya membawa Sapiyah ke Puskesmas Carenang pada Selasa pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun, Johadi mengaku ibunya tidak mendapatkan pemeriksaan maupun tindakan medis di puskesmas tersebut. Ia mengatakan mendapat penjelasan bahwa kondisi pasien tidak dapat ditangani hanya dengan melihat keadaan fisiknya.
Johadi juga mengaku telah meminta solusi kepada dokter yang bertugas. Namun, menurut dia, tidak ada solusi yang diberikan sehingga ia akhirnya membawa ibunya kembali ke rumah.
Keluarga berharap Sapiyah segera mendapatkan penanganan medis yang sesuai dengan kondisinya. Mereka juga menginginkan adanya kejelasan mengenai fasilitas kesehatan yang dapat menerima pasien untuk menjalani perawatan lanjutan.
Kasus ini menyoroti pentingnya koordinasi antarfasilitas kesehatan dalam penanganan pasien dengan kondisi serius yang membutuhkan perawatan berkelanjutan. Kepastian rujukan menjadi penting agar pasien dan keluarga tidak menghadapi kesulitan ketika membutuhkan pertolongan medis.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Banten maupun Puskesmas Carenang mengenai keluhan yang disampaikan Johadi. (Az/Red)
