Distrik Topiyai Salurkan 5 Ton Beras Bansos ke 10 Kampung

PANIAI, TirtaNews — Pemerintah Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai, menyalurkan 5 ton beras bantuan sosial ketahanan pangan tahap II kepada warga di 10 kampung. Bantuan tersebut disalurkan melalui kepala kampung agar segera diteruskan kepada masyarakat.
Penyaluran bantuan bahan makanan (BAMA) itu berlangsung di Lapangan Obaipugaida, Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai, Papua, Senin, 31 Agustus 2026. Bantuan berasal dari Pemerintah Kabupaten Paniai melalui Dinas Ketahanan Pangan dan disalurkan bekerja sama dengan Pemerintah Distrik Topiyai.
Kepala Distrik Topiyai Nikolaus Degei mengatakan bantuan tersebut merupakan penyaluran tahap kedua dengan total 5 ton beras. Pemerintah distrik memilih mekanisme penyaluran langsung ke kepala kampung agar bantuan dapat segera sampai kepada warga.
“Ini tahap II, total 5 ton kami bagikan. Ini bukti sinergi yang baik antara Pemda Paniai dan Distrik Topiyai,” kata Nikolaus.
Menurut dia, pemerintah daerah membawa bantuan langsung ke Distrik Topiyai sehingga tidak perlu melalui rantai distribusi yang panjang. Setelah diterima kepala kampung, beras tersebut akan dibagikan kepada masyarakat di masing-masing wilayah.
Nikolaus mengatakan pola penyaluran langsung atau jemput bola diperlukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Langkah itu juga diharapkan membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pangan yang meningkat.
“Bantuan ketahanan pangan ini kami antar langsung ke Distrik Topiyai agar sampai langsung ke 10 kampung,” ujarnya.
Penyaluran bantuan mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai mekanisme tersebut memudahkan distribusi karena bantuan diterima di wilayah distrik dan selanjutnya diserahkan kepada masing-masing kampung.
Pemerintah Distrik Topiyai berharap program bantuan ketahanan pangan dapat terus berlanjut. Pemerintah distrik juga mendorong agar pola distribusi langsung ke kampung menjadi salah satu model pelayanan yang dapat diterapkan di distrik lain di Kabupaten Paniai.
Bagi pemerintah setempat, penyaluran bantuan pangan bukan hanya soal distribusi beras. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan pelayanan antara pemerintah daerah, distrik, kampung, dan warga. (Jeri/Red)
