Karang Taruna Walantaka Galang Donasi untuk Korban Bencana NTT

0
Karang Taruna Walantaka Galang Donasi untuk Korban Bencana NTT
Views: 12

KOTA SERANG, TirtaNews — Solidaritas pemuda di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, mengalir untuk korban banjir dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur. Enam organisasi kepemudaan berkolaborasi menggelar penggalangan donasi kemanusiaan di sejumlah titik keramaian wilayah Walantaka, Ahad, 30 Agustus 2026.

‎Aksi bertajuk “Galang Donasi Kemanusiaan untuk NTT” itu melibatkan Karang Taruna Kecamatan Walantaka, Dewan Kerja Ranting (DKR) Walantaka, Palang Merah Indonesia (PMI), Pengurus Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), GEMPUR, dan Taruna Siaga Bencana (TAGANA).

‎Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah NTT. Para korban dilaporkan masih membutuhkan berbagai kebutuhan dasar, seperti air bersih, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, serta perlengkapan sekolah.

‎Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Ilham dari Karang Taruna Walantaka, mengatakan pemuda tidak ingin hanya menyaksikan musibah dari jauh.

‎“Kami pemuda Walantaka tidak bisa tinggal diam. Melalui kolaborasi enam organisasi kepemudaan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Walantaka peduli,” kata Ilham.

‎Menurut dia, donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu warga terdampak bencana di NTT.

‎Ketua Karang Taruna Walantaka, Tufik, mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi dan masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap aksi sosial itu tidak berhenti pada penggalangan dana untuk korban bencana.

‎“Semoga kebersamaan ini menjadi amal jariyah untuk kita semua dan bantuan ini dapat meringankan beban saudara kita di NTT,” ujarnya.

‎Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Kecamatan Walantaka sekaligus perwakilan TAGANA Kota Serang, Ody Mahdodi, menilai kolaborasi tersebut penting untuk membangun kepedulian sosial di kalangan pemuda.

‎Menurut Ody, kegiatan kemanusiaan menjadi ruang bagi organisasi kepemudaan untuk menunjukkan manfaat langsung keberadaannya di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan sosial serupa terus dikembangkan dan tidak berhenti setelah bencana berlalu.

‎“Kembangkan dan tebar kebaikan agar dapat dirasakan oleh orang lain,” kata Ody.

‎Penggalangan donasi dilakukan melalui orasi kemanusiaan dan pengumpulan dana secara keliling. Para pemuda juga menggelar live music amal untuk menarik perhatian sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi.

‎Donasi yang terkumpul rencananya disalurkan melalui Lazisfa Kota Serang untuk kemudian diteruskan kepada korban bencana di NTT pada awal September 2026. Masyarakat Walantaka dan sekitarnya yang masih ingin berpartisipasi dapat menyalurkan bantuan melalui Posko Karang Taruna Walantaka.

‎Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan pemulihan warga yang terdampak bencana di NTT.

‎Bagi para pemuda Walantaka, aksi tersebut bukan sekadar pengumpulan uang. Mereka menjadikannya sebagai ajang memperkuat kolaborasi lintas organisasi sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian kemanusiaan dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat dan bergerak melampaui batas wilayah. (Sarman/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *