Dinkes Paniai Ingatkan Warga Waspadai Enam Penyakit Saat Kemarau Panjang‎

0
Dinkes Paniai Ingatkan Warga Waspadai Enam Penyakit Saat Kemarau Panjang‎
Views: 2

PANIAI, TirtaNews — Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Papua Tengah, mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap enam penyakit yang berpotensi meningkat selama kemarau panjang. Keterbatasan air bersih, debu, serta suhu dingin pada malam hari disebut menjadi faktor yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan di wilayah pegunungan tersebut.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai, Beny Degei, mengatakan laporan surveilans dari sejumlah puskesmas menunjukkan peningkatan kasus beberapa penyakit sejak Juli 2026.

‎“Memasuki kemarau panjang, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan serta pola hidup sehat,” kata Beny, Kamis, 19 Agustus 2026.

‎Enam penyakit yang perlu diwaspadai ialah diare dan disentri, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit seperti skabies dan pioderma, demam tifoid atau tipes, konjungtivitis, serta dehidrasi.

‎Diare dan disentri berisiko muncul akibat konsumsi air sungai atau danau yang tidak dimasak. Sementara ISPA dapat dipicu paparan debu selama musim kemarau serta asap dari perapian di dalam honai.

‎Penyakit kulit juga berpotensi meningkat ketika akses air terbatas sehingga frekuensi mandi dan pencucian pakaian berkurang. Adapun tipes dapat terjadi akibat makanan yang terkontaminasi air kotor atau lalat.

‎Debu dan penggunaan handuk secara bergantian juga dapat memicu konjungtivitis atau mata merah. Sedangkan dehidrasi berisiko terjadi ketika tubuh kekurangan asupan cairan, terutama pada siang hari.

‎Dinas Kesehatan Paniai meminta warga memperhatikan kualitas air dengan memasaknya hingga mendidih sebelum diminum. Air keruh juga dapat dijernihkan menggunakan tawas sesuai kebutuhan.

‎Kebersihan tangan, makanan, dan tempat tinggal turut menjadi perhatian. Warga dianjurkan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, menutup makanan, mencuci sayuran dengan air matang, serta menghindari konsumsi makanan mentah.

‎Untuk mengurangi paparan asap di dalam honai, warga diminta menyediakan ventilasi yang memadai. Kasur dan pakaian juga perlu dijemur secara rutin. Asupan air putih, makanan bergizi, dan istirahat yang cukup dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh.

‎Beny juga mengingatkan warga agar tidak saling bertukar barang pribadi dan segera mendatangi puskesmas apabila mengalami keluhan kesehatan.

‎“Mari kita gotong royong membersihkan lingkungan setidaknya satu kali dalam sepekan, menyediakan air bersih dan sabun di rumah, serta menjaga kesehatan keluarga. Jangan menunggu sakit parah baru berobat,” ujarnya.

‎Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai turut meminta kepala kampung, ondoafi, pendeta, dan kader kesehatan aktif menyampaikan informasi mengenai pencegahan penyakit melalui pengeras suara, kegiatan ibadah, maupun pertemuan warga.

‎Beny menegaskan pencegahan menjadi langkah penting menghadapi kemarau panjang. “Air bersih, sabun, makanan matang, dan gotong royong untuk Paniai sehat. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata dia. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *