Prabowo Sebut NU Penentu Stabilitas dan Masa Depan Indonesia

0
Prabowo Sebut NU Penentu Stabilitas dan Masa Depan Indonesia
Views: 5

JOMBANG, TirtaNews — Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Nahdlatul Ulama sebagai salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas dan menentukan arah masa depan Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut Prabowo, NU memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai fase penting perjalanan bangsa. Organisasi yang didirikan pada 1926 itu, kata dia, terus hadir ketika Indonesia menghadapi krisis.

“Nahdlatul Ulama hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini. Dalam krisis-krisis bangsa ini Nahdlatul Ulama selalu hadir,” kata Prabowo.

Ia menilai peran NU tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan. NU, menurut Prabowo, turut berkontribusi terhadap stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan Indonesia.

“NU yang menentukan stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan bangsa Indonesia,” ujar dia.

Prabowo mengaitkan peran tersebut dengan cita-cita para pendiri NU untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang mampu berdiri sejajar dengan negara lain. Menurut dia, ukuran kehormatan sebuah bangsa tidak semata ditentukan oleh kekuatan politik atau ekonominya, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat.

“Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang adil dan makmur. Tidak ada bangsa yang dihormati kalau dia tidak makmur. Dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya hubungan yang erat antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya NU dan Muhammadiyah.

Ia mengatakan pemerintah akan terus mendorong penguatan kedua organisasi tersebut, termasuk lembaga pendidikan dan pesantren yang berada di bawah naungan NU maupun Muhammadiyah.

“Saya tidak ragu-ragu. Saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, pesantren memiliki posisi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, penguatan lembaga pendidikan keagamaan dinilai menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Prabowo juga menyampaikan program pemerataan sarana pembelajaran digital di sekolah. Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan sekolah di seluruh Indonesia memperoleh fasilitas pembelajaran yang lebih memadai.

Ia menyebut sekolah negeri tahun lalu mendapatkan satu layar untuk setiap ruang kelas. Tahun ini fasilitas tersebut akan ditambah tiga layar.

Adapun sekolah yang dikelola NU, menurut Prabowo, akan memperoleh empat layar secara langsung.

“Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar, satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga, tapi NU segera akan menerima langsung empat,” kata dia.

Pernyataan tersebut menunjukkan upaya pemerintah memperluas dukungan terhadap lembaga pendidikan yang dikelola organisasi masyarakat, termasuk jaringan pendidikan NU yang tersebar di berbagai daerah.

Muktamar ke-35 NU di Jombang menjadi forum bagi para pengurus dan peserta untuk menentukan arah organisasi sekaligus merumuskan agenda NU dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *