KKM Uniba Fokus Cari Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Serang

0
KKM Uniba Fokus Cari Solusi Pengelolaan Sampah di Kabupaten Serang
Views: 13

SERANG, TirtaNews – Sebanyak 940 mahasiswa Universitas Bina Bangsa (Uniba) akan melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di 47 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Serang. Tahun ini, pengelolaan sampah menjadi fokus utama program pengabdian tersebut melalui pendekatan berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

‎Rektor Uniba, Bambang Dwi Suseno, mengatakan persoalan sampah yang dihadapi daerah tidak lagi dapat diselesaikan dengan cara-cara konvensional. Menurut dia, diperlukan inovasi yang memadukan pemanfaatan teknologi, data, dan partisipasi masyarakat.

‎”Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat desa,” kata Bambang saat pelepasan peserta KKM di Pendopo Kabupaten Serang, Senin, 6 Juli 2026.

‎Melalui pendekatan technopreneurship dan penguatan kemampuan digital, setiap kelompok mahasiswa ditugaskan menyusun minimum viable product (MVP) sebagai solusi atas persoalan sampah. Gagasan yang dikembangkan antara lain bank sampah berbasis aplikasi, pemetaan titik rawan sampah menggunakan sistem informasi geografis (GIS), serta edukasi ekonomi sirkular bagi pelaku usaha mikro dan sekolah.

‎Seluruh hasil kegiatan akan didokumentasikan dalam bentuk buku elektronik, basis data UMKM daur ulang, serta video praktik terbaik sebagai bahan pengembangan program serupa di masa mendatang.

‎Pemerintah Kabupaten Serang menyambut pelaksanaan KKM tersebut. Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menilai keterlibatan mahasiswa dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

‎Menurut Najib, kehadiran mahasiswa di desa diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang dapat membantu penanganan persoalan sampah.

‎Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Uniba, Encep Saefullah, mengatakan mahasiswa akan ditempatkan di 11 kecamatan, yakni Ciruas, Kragilan, Cikeusal, Petir, Pontang, Lebakwangi, Pabuaran, Baros, Kramatwatu, Waringinkurung, dan Puloampel.

‎Melalui program tersebut, Uniba menargetkan lahirnya model pengelolaan sampah yang dapat direplikasi di berbagai wilayah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan media dalam penanganan persoalan lingkungan. (Yuli/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *