Status Anak Krakatau Siaga, Pemkab Serang Pastikan Wisata Anyer-Cinangka Tetap Aman

SERANG, TirtaNews – Pemerintah Kabupaten Serang memastikan kawasan wisata Pantai Anyer dan Cinangka tetap aman dikunjungi meskipun status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Pemerintah daerah meminta masyarakat dan wisatawan tidak terpengaruh informasi yang menyesatkan mengenai aktivitas gunung api tersebut.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyampaikan hal itu seusai meninjau Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Ahad, 5 Juli 2026.
”Hasil koordinasi dengan petugas menunjukkan kondisi Gunung Anak Krakatau masih pada status Siaga, namun aktivitasnya melandai dan tidak menimbulkan dampak terhadap kawasan wisata Anyer maupun Cinangka,” ujar Najib.
Menurut dia, video yang beredar di media sosial dan menggambarkan seolah-olah terjadi erupsi besar Gunung Anak Krakatau merupakan informasi yang tidak benar. Ia menyebut video tersebut telah diklarifikasi dan tidak mencerminkan kondisi terkini.
Najib mengajak wisatawan tetap berkunjung ke kawasan wisata Anyer dan Cinangka selama mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan otoritas kebencanaan. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Aktivitas wisata tetap dapat berjalan dengan aman,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, Najib didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, Camat Cinangka Tuti Setiawati, Camat Anyer Imron Ruhyadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, serta perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang.
Sementara itu, petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, mengatakan aktivitas kegempaan gunung api masih terekam sehingga potensi erupsi tetap ada. Karena itu, status Gunung Anak Krakatau masih dipertahankan pada Level III (Siaga).
”Radius bahaya tetap tiga kilometer dari pusat erupsi. Sementara jarak kawasan Pantai Anyer, Cinangka, maupun Carita sekitar 42 kilometer dari Gunung Anak Krakatau sehingga material vulkanik tidak akan mencapai kawasan tersebut,” ujar Deny.
Ia menjelaskan, sebaran abu vulkanik bergantung pada arah angin. Adapun hasil pemantauan visual terakhir hanya menunjukkan kepulan asap putih dengan ketinggian sekitar 5–10 meter di atas kawah.
Deny juga menegaskan Badan Geologi telah mengeluarkan klarifikasi resmi bahwa video yang beredar di media sosial tidak menggambarkan kondisi aktual Gunung Anak Krakatau.
Menurut dia, pemantauan aktivitas gunung dilakukan secara berkala setiap enam jam dan hasilnya dipublikasikan melalui platform Magma Indonesia serta laman resmi PVMBG. Masyarakat diimbau mengikuti informasi dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. (Yuli/Red)
