Pemprov Banten Gandeng Yayasan Bhakti Bela Negara Kembangkan Lumbung Pangan

SERANG, TirtaNews – Pemerintah Provinsi Banten menjajaki penguatan kerja sama dengan Yayasan Bhakti Bela Negara untuk mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian dan budidaya padi unggul di sejumlah wilayah.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan sektor pertanian di Banten menunjukkan tren positif. Salah satu indikatornya terlihat dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang pada Mei 2026 mencapai 110,57 atau naik 0,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Menurut Andra, peningkatan NTP memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani. Karena itu, pemerintah daerah membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan.
“Kami berharap pertumbuhan sektor pertanian dan NTP ini bisa terus konsisten,” kata Andra seusai menerima kunjungan pengurus Yayasan Bhakti Bela Negara di Gedung Negara Provinsi Banten, Senin, 22 Juni 2026.
Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Adjie mengatakan organisasinya tengah mengembangkan budidaya padi unggul varietas PS-08 di Banten. Ia menargetkan provinsi tersebut dapat menjadi salah satu pusat lumbung pangan nasional.
Menurut Seno, pada Februari lalu pihaknya telah memanen padi PS-08 di lahan seluas 753 hektare. Selanjutnya, panen dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang di area pertanian seluas 1.500 hektare.
Dalam jangka tiga tahun ke depan, yayasan itu menargetkan perluasan lahan budidaya hingga sekitar 50 ribu hektare dengan melibatkan petani di berbagai daerah di Banten. Selain pengembangan budidaya, mereka juga berencana membangun pusat penggilingan padi untuk mendukung hilirisasi hasil pertanian.
“Kami ingin petani di Banten memiliki fasilitas penggilingan sendiri sehingga tidak perlu membawa hasil panennya ke luar daerah,” ujar Seno.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten M. Nasir mengatakan pengembangan varietas PS-08 menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Saat ini tanaman tersebut memasuki musim tanam ketiga dan dijadwalkan dipanen pada Agustus mendatang di Kabupaten Pandeglang.
Selain di Pandeglang, penanaman padi PS-08 juga telah dilakukan di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sebagai bagian dari perluasan areal tanam.
Nasir menjelaskan varietas PS-08 memiliki sejumlah keunggulan, antara lain produktivitas yang tinggi, ketahanan terhadap serangan hama, serta dikembangkan dengan pendekatan pertanian berbasis organik. Berdasarkan hasil uji lapangan, produktivitasnya dapat mencapai hampir 10 ton per hektare.
“Dari sisi produktivitas cukup baik dan memiliki ketahanan terhadap hama,” kata Nasir. (Az/Red)
