Kemendagri Dorong Integrasi SIPD dan SIMBA-PDN untuk Perencanaan Kompetensi ASN

BANDUNG, TirtaNews – Kementerian Dalam Negeri mendorong integrasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dengan Sistem Informasi Profil Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (SIMBA-PDN) guna memperkuat perencanaan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) berbasis data.
Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pengembangan Kompetensi (Musrenbangkom) yang dirangkaikan dengan soft launching dan uji coba SIMBA-PDN di Bandung, Selasa, 23 Juni 2026.
Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Iwan Kurniawan, mengatakan integrasi kedua sistem tersebut dapat memperkuat basis data perencanaan sumber daya manusia daerah sekaligus mendukung efektivitas pembangunan.
“Integrasi SIPD dan SIMBA-PDN dapat menjadi penguatan basis data perencanaan SDM daerah sehingga kebutuhan kompetensi ASN dapat selaras dengan program pembangunan daerah. Dengan sistem yang terintegrasi secara baik, perencanaan pembangunan daerah akan menjadi lebih efektif,” kata Iwan saat menyampaikan paparan secara daring.
Menurut dia, data Informasi Pembangunan Daerah (IPD) yang tersedia dalam SIPD dapat dimanfaatkan untuk mendukung integrasi dengan SIMBA-PDN. Pemanfaatan data tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem yang lebih efisien dalam memetakan kebutuhan kompetensi ASN sesuai dengan bidang tugas dan prioritas pembangunan daerah.
Iwan menilai sinkronisasi pengembangan kompetensi ASN dengan agenda pembangunan menjadi penting untuk memastikan tersedianya sumber daya aparatur yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri (BBPKA-PDN) II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri, Indra Maulana Syamsul Arif, mengatakan penguatan kompetensi teknis ASN menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan, terutama pada sektor pekerjaan umum yang mencakup sumber daya air, cipta karya, dan prasarana strategis.
Forum tersebut juga membahas upaya sinkronisasi pengembangan kompetensi ASN dengan perencanaan pembangunan nasional dan daerah melalui transformasi digital SIMBA-PDN. Pengembangan kompetensi aparatur dinilai harus mampu mendukung pencapaian target pembangunan sekaligus menjawab tantangan digitalisasi, inovasi, dan tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif.
Uji coba SIMBA-PDN menjadi tahap awal implementasi sistem secara lebih luas di lingkungan pemerintah daerah wilayah kerja BBPKA-PDN II. Melalui sistem tersebut, pemerintah daerah didorong menyusun profil kebutuhan kompetensi ASN berbasis data guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia aparatur. (Husni/Red)
