Andra Soni Sebut Dukungan Pemerintah Dorong Kinerja Pertanian Banten‎

0
Andra Soni Sebut Dukungan Pemerintah Dorong Kinerja Pertanian Banten‎
Views: 7

SERANG, TirtaNews — Gubernur Banten Andra Soni menilai perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir mulai berdampak pada peningkatan kinerja pertanian dan kesejahteraan petani. Salah satu indikatornya terlihat dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Banten yang mencapai 110,57 pada Mei 2026.

‎Pernyataan itu disampaikan Andra saat melepas kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Banten yang akan mengikuti Pekan Nasional (Penas) XVII KTNA di Gorontalo, Senin, 15 Juni 2026.

‎Menurut Andra, berbagai kebijakan pemerintah pusat dalam dua tahun terakhir memberikan pengaruh positif terhadap sektor pertanian. Kebijakan tersebut antara lain menyangkut penetapan harga gabah, penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, perlindungan lahan sawah yang dilindungi, hingga pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

‎“Dunia pertanian kita mendapatkan perhatian yang sangat besar dan mulai menunjukkan hasil yang positif,” kata Andra.

‎Ia menyebutkan NTP Banten pada Mei 2026 meningkat 0,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan yang positif.

‎Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Banten berupaya memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur pendukung. Salah satunya melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang diarahkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

‎Pemerintah daerah juga membangun jalan usaha tani guna mendukung aktivitas produksi dan pemasaran hasil pertanian.

‎Menurut Andra, keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur dan pasokan air yang memadai. Dengan kondisi tersebut, sektor pertanian diharapkan dapat menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

‎Ia juga menilai Banten memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor pangan karena berada di sekitar kawasan aglomerasi Jakarta yang memiliki kebutuhan konsumsi tinggi.

‎“Potensi pasar sangat besar sehingga harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan itu, Andra meminta peserta KTNA memanfaatkan Pekan Nasional sebagai sarana belajar dan bertukar pengalaman dengan petani dari berbagai daerah.

‎Ketua KTNA Provinsi Banten Oong Syahroni mengatakan Banten mengirim 177 orang ke Penas XVII KTNA yang akan berlangsung di Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada 20-25 Juni 2026.

‎Kontingen tersebut terdiri atas pengurus KTNA tingkat provinsi serta perwakilan kabupaten dan kota. Menurut Oong, ajang nasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, memperkenalkan inovasi pertanian, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan perikanan.

‎Penas XVII KTNA diperkirakan diikuti sekitar 30 ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. (Aep/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *