Tetap “Keukeuh” ogah ngasih Penjelasan, PT. Garuda Solusi Kreatif Ngumpet, Pelatihan Management Strategis Pengurus KDMP di Pandeglang Didemo

Tirtanews.co.id, Pandeglang, Banten – Kekisruhan Pelatihan Management Strategis Berbasis Inkubasi Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih yang didukung layanan digitalisasi pendampingan pasca pelatihan (ToT) yang di laksanakan di Hotel Mutiara Carita Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang, Banten, yang sebelumnya sempat diwarnai pemboikotan kegiatan pelatihan oleh peserta pelatihan, berakhir Unjuk Rasa (Unras).
Pantauan di lokasi, Unras yang awalnya berjalan biasa saja dengan orasi penyampaian pendapat didepan gerbang Hotel Mutiara Carita tempat di langsungkannya pelatihan Management Strategis Berbasis Inkubasi Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih yang didukung layanan digitalisasi pendampingan pasca pelatihan (ToT), diwarnai bentrok dan pembubaran oleh sekelompok masa yang mengaku masyarakat, dan sebagian lagi terkesan melakukan tindakan premanisme.
Menghindari adanya provokasi, akhirnya pendemo melanjutkan aksinya ke kantor Kecamatan Carita dan menurut informasi yang di dapat, pihak panitia Pelatihan Management Strategis Berbasis Inkubasi Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih yang didukung layanan digitalisasi pendampingan pasca pelatihan (ToT) yang di laksanakan oleh PT. Garuda Solusi Kreatif akan datang dan menemui pendemo untuk memberikan penjelasannya, namun, hingga petang hari panitia dari PT. Garuda Solusi Kreatif tidak kunjung menampakan batang hidungnya, hingga para pendemo membubarkan diri dengan tertib.
Demikian dikatakan Kordinator Forum KDMP Kabupaten Pandeglang, Entis Sumantri atau yang lebih akrab di sapa Tayo mengatakan, hampir saja terjadi bentrok akibat adanya provokasi dari sekelompok orang yang mengaku masyarakat, tapi bergaya premanisme dengan membubarkan paksa para pendemo. “Jadi pertama aksi unjuk rasa kami ini di laksanakan secara damai dan aksi yang kami sampaikan ini teratur dan sesuai dengan prosedur yang ada,” ungkap Entis Sumantri dijumpai usai unjuk rasa, Senin (04/05/2026).
Lebih lanjut Entis menuturkan, kami sudah menempuh prosedur prosedur aturan tata cara melakukan kebebasan penyampaian pendapat di muka umum, salah satunya kami melayangkan surat pemberitahuan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) , baik kepada Polres, Kodim dan Polsek. “Kita sudah jalankan prosedur itu, akan tetapi kami sangat menyayangkan ketika kami melaksanakan aksi ternyata dibenturkan dengan yang mengaku masyarakat dan ada diduga oknum yang melakukan aksi premanisme, sehingga terjadi dugaan sengaja dibenturkan terhadap kami,” imbuhnya.
Dengan ketidakhadiran PT. Garuda Solusi Kreatif selaku panitia pelatihan, dari mulai aksi tadi hingga Audien di kantor kecamatan, hal ini menambah kecurigaan bagi kami, kenapa pihak panitia enggan menemui kami, dan hal itu menjadi tanda tanya besar bagi kami ada apa? Kenapa pihak PT. Garuda sampai tidak mau hadir dan memberikan klarifikasinya.
“Untuk itu, langkah selanjutnya kami akan melakukan konsolidasi Akbar dan kami Forum KDMP Kabupaten Pandeglang, sudah melayangkan surat audiensi kepada Bupati Pandeglang untuk mengundang dan menghadirkan pihak pihak terkait termasuk pihak PT tersebut,” tandasnya.
Tinggal kami menunggu jadwal agenda kapan kiranya untuk pelaksanaan audiensi tersebut. Sementara, kami juga sekarang sedang menyusun laporan laporan kaitan hal ini untuk di laporkan kepada APH baik kepolisian dan kejaksaan untuk mempertanyakan anggaran yang sudah diserap tersebut.
“Karena bagaimanapun, kegiatan pelatihan Management Strategis Berbasis Inkubasi Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih yang didukung layanan digitalisasi pendampingan pasca pelatihan (ToT) ini, menggunakan anggaran negara yang di ambil dari Dana Desa sebesar hampir 15 Juta, walaupun memang ada beberapa KDMP yang ikut ke sana, tapi itu tidak semuanya,” tutupnya.
Sebelumnya, kekisruhan kegiatan pelatihan Management Strategis Berbasis Inkubasi Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih yang didukung layanan digitalisasi pendampingan pasca pelatihan (ToT) di Kabupaten Pandeglang ini, berawal dari para peserta yang mempertanyakan kompetensi dari para pemateri dan narasumber, kemudian menyoal soal pelayanan hotel dan pemberian honor peserta untuk operasioanl, dan berakhir dengan pemboikotan kegiatan pelatihan penguris KDMP.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait yakni PT. Garuda Solusi Kreatif selaku panitia pelatihan Management Strategis Berbasis Inkubasi Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih yang didukung layanan digitalisasi pendampingan pasca pelatihan (ToT) di Kabupaten Pandeglang, belum bisa dimintai klarifikasinya. (Ri3z/02).
