Kementerian Haji Siapkan Asrama Haji Banten Jadi Percontohan Layanan Umrah Terpadu

0
Kementerian Haji Siapkan Asrama Haji Banten Jadi Percontohan Layanan Umrah Terpadu
Views: 53

TANGERANG, TirtaNews — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melakukan konsolidasi penyelenggaraan haji dan umrah di Embarkasi Banten sekaligus menyiapkan Asrama Haji Banten sebagai proyek percontohan layanan umrah berbasis One Stop Services. Skema ini dirancang untuk memperkuat ekosistem pelayanan dan meningkatkan perlindungan jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan konsep One Stop Services akan mengintegrasikan seluruh tahapan layanan keberangkatan umrah di satu lokasi. Layanan tersebut mencakup manasik, proses imigrasi, maskapai, hingga CIQ (Customs, Immigration, and Quarantine) yang dilakukan langsung di asrama sebelum keberangkatan.

“Kami ingin menghadirkan layanan yang sederhana, terintegrasi, dan memberi kepastian bagi jemaah. Seluruh proses bisa dilakukan dari asrama. Ini merupakan opsi pelayanan, bukan kewajiban,” ujar Dahnil dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut dia, langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji di daerah. Pemerintah berencana melakukan simulasi pelayanan ibadah umrah yang terintegrasi di Asrama Haji Banten sebagai model awal sebelum diterapkan lebih luas.

Seiring revisi regulasi yang membuka peluang umrah mandiri serta kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memberi akses lebih luas bagi jemaah, Dahnil menegaskan negara tetap hadir untuk memastikan perlindungan dan tata kelola penyelenggaraan yang akuntabel.

“Meski ada opsi umrah mandiri, negara tetap hadir untuk memastikan perlindungan jemaah serta menjaga tata kelola penyelenggaraan yang tertib dan akuntabel,” katanya.

Kementerian juga mendorong peningkatan kualitas layanan maskapai nasional, termasuk Garuda Indonesia, agar lebih kompetitif dan mampu menawarkan harga yang terjangkau. Menurut Dahnil, profesionalisme dan efisiensi maskapai akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada jemaah.

“Kami berharap maskapai nasional semakin profesional dan menawarkan harga yang bersaing sehingga pelayanan kepada jemaah semakin optimal,” ujarnya.

Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, kementerian akan membentuk tim task force khusus yang bertugas mengawal pelaksanaan program tersebut. Proyek ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, termasuk penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan asrama.

Kegiatan konsolidasi di Embarkasi Banten itu turut dihadiri anggota Komisi VIII DPR RI Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Direktur Jenderal Imigrasi, Direktur Niaga dan Korporasi Garuda Indonesia, pejabat eselon I dan II Kementerian Haji dan Umrah, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Banten, Kepala Kantor Kemenhaj kabupaten/kota se-Banten, serta perwakilan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Banten.

Melalui inovasi tersebut, Kementerian Haji dan Umrah berharap layanan umrah Indonesia semakin profesional dan terintegrasi, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *