Harga Pupuk Bersubsidi Di Kecamatan Patia Meroket Tembus 240 Ribu, Petani Mengeluh, Pemilik Kios Bungkam

PANDEGLANG, TirtaNews – Menjelang musim tanam, para petani di Desa Patia Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan harga pupuk yang meroket hingga tembus di angka Rp. 230 Ribu per Kwintal. Apabila diantar, mencapai Rp. 240/ Kwintal. Padahal, pemerintah telah menyerukan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk pupuk Urea, hanya Rp. 90 Ribu per 50 Kilogram. Sementara, untuk harga Ponska, seharga Rp. 92 Ribu per 50 Kilo.
Demikian dikatakan sejumlah petani warga Kampung Patia Desa Patia, yang tidak mau disebutkan namanya, yang mengeluhkan harga pembelian pupuk bersubsidi yang meroket di kios pupuk bersubsidi UD Karya Baru. “Ya bener, kami petani membeli pupuk Urea di kios pupuk UD Karya Baru seharga 230 per kwintal. Apabila diantar ke rumah, mencapai Rp. 240 Ribu/Kwintal,” ungkap para petani kepada media ini, Selasa (03/04/2026).
Lebih lanjut mereka mengatakan, apalagi di tahun tanam tahun kemarin lebih mahal mencapai Rp. 270 Ribu/Kwintal, dan itu sangat memberatkan kami selaku petani. “Padahal kami juga mengetahui soal adanya harga terbaru dari pemerintah, tapi karena kami membutuhkan, ya sudah kami tidak banyak omong, takut tidak di beri pupuk,” imbuhnya.
Kami berharap kepada pemerintah, lanjutnya, agar semua kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Patia agar di tertibkan dan di awasi secara ketat mengenai harga penjualan. Karena, itu sangat merugikan dan memberatkan bagi kami masyarakat kecil. “Apabila penjualan pupuk sesuai seperti himbauan pemerintah, tidak akan memberatkan bagi kami petani. Ini ketika kami hendak membeli untuk persiapan musim tanam, harga malah selangit, tolonglah di tertibkan,” harap mereka.
Sementara itu, dikonfirmasi melalui telephone selularnya, pemilik toko kios pupuk bersubsidi UD Karya Baru Desa Patia, Rusmani, tidak menjawab konfirmasi wartawan. (Ri3z/02).
