Gaido Group Gandeng Yayasan Masjid Pantai Nusantara Kembangkan Ekonomi Syariah

JAKARTA, TirtaNews — Pengembangan ekonomi syariah berbasis masjid mulai diarahkan ke model bisnis yang lebih terintegrasi. Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) di Jembrana, Bali, menggandeng Gaido Group untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang menggabungkan pemberdayaan masyarakat, perdagangan digital, perjalanan ibadah, dan pariwisata ramah muslim.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan pengurus YMPN dengan jajaran Gaido Group di Graha Gaido, Cideng, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Agustus 2026. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang sebelumnya dilakukan secara daring.
Rombongan YMPN diterima Muhammad Hasan Gaido, Founder & CEO Gaido Group, bersama Nur Akbar, CEO Gaido Connected, dan Ida Irawati, CMO Gaido Connected.
YMPN mengembangkan ekosistem ekonomi berbasis Masjid Pantai Bali di atas lahan sekitar dua hektare. Masjid tersebut tidak hanya digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga diarahkan menjadi ruang pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dalam kerja sama yang direncanakan, Gaido Connected akan mendukung pemasaran produk-produk yang lahir dari ekosistem YMPN melalui platform perdagangan digital Gaidoo.id. Skema ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha masyarakat di sekitar masjid.
Kolaborasi juga mencakup pengembangan layanan perjalanan ibadah. Gaido Group berencana membuka kantor cabang Gaido Travel di kawasan Masjid Pantai Bali melalui skema wakaf.
Kantor tersebut akan melayani kebutuhan perjalanan umrah dan haji khusus sekaligus mengembangkan paket wisata ramah muslim di Bali. Masjid Pantai Bali akan ditempatkan sebagai salah satu tujuan dalam paket wisata tersebut.
Konsep ini diarahkan untuk mengintegrasikan kebutuhan wisatawan muslim, mulai dari fasilitas ibadah, kuliner halal hingga produk ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Pembina sekaligus Dewan Pakar YMPN, KH Abdul Wahid Maktub atau Gus Wahid, mengatakan penguatan ekonomi syariah harus berjalan beriringan dengan dakwah. Ia menilai teknologi digital dapat menjadi instrumen penting untuk memperluas jangkauan dakwah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Gus Wahid juga mengapresiasi konsep Gaido Connected yang mendorong lahirnya pengusaha ekonomi syariah melalui pemanfaatan teknologi digital. Ia berharap gerakan tersebut dapat melibatkan lebih banyak pihak.
Sementara itu, Muhammad Hasan Gaido mengatakan kerja sama dengan YMPN merupakan bagian dari upaya memperluas ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
Menurut dia, kolaborasi tersebut sejalan dengan visi Gaido 2045, yakni mendorong Indonesia menjadi sentral ekonomi syariah dunia. Salah satu agenda yang dibawa Gaido Connected adalah gerakan melahirkan satu juta pengusaha ekonomi syariah di Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Dewan Pembina YMPN Buya Nazief Sidiq, Gus Wahid, Ketua YMPN Firmansyah, Wakil Ketua Andi Susanto, serta Bendahara Imam Purnama.
Kedua pihak sepakat menindaklanjuti pertemuan dengan penyusunan dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta perjanjian kerja sama (PKS). Kerja sama itu akan menjadi landasan pelaksanaan program di bidang ekonomi syariah, dakwah, pariwisata halal, perjalanan ibadah, dan pemberdayaan masyarakat.
Masjid Pantai Bali sebelumnya telah menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan dan sosial di kawasan Jembrana. Masjid tersebut diresmikan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla.
Dengan kolaborasi ini, masjid tidak hanya diposisikan sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai simpul aktivitas ekonomi masyarakat. Tantangannya adalah memastikan model bisnis yang dibangun tetap berkelanjutan dan manfaat ekonominya benar-benar kembali kepada masyarakat sekitar. (Az/Red)
