UNMA Banten Himpun 350 Kepala Desa, Dorong Desa Naik Kelas

0
UNMA Banten Himpun 350 Kepala Desa, Dorong Desa Naik Kelas
Views: 6

PANDEGLANG, TirtaNews — Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten menghimpun sekitar 350 kepala desa dari Kabupaten Pandeglang dan Lebak dalam kegiatan Capacity Building Kepala Desa, Festival Durian, dan Bazar UMKM 2026, Kamis, 24 September 2026. Forum tersebut membahas peningkatan kapasitas aparatur desa sekaligus pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Dr. H. M. Irsyad Djuwaeli UNMA Banten itu mempertemukan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku usaha, perbankan, mahasiswa, dan masyarakat.

Rektor UNMA Banten Prof. Dr. Andriansyah, M.Si., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Menurut Andriansyah, UNMA yang lahir dari masyarakat harus tumbuh bersama masyarakat. Karena itu, kampus perlu terlibat dalam menjawab persoalan pembangunan, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.

Ia mengapresiasi program Satu Desa Satu Sarjana yang dijalankan Pemerintah Provinsi Banten. Andriansyah mengusulkan program tersebut diperluas menjadi Satu Desa Lima Sarjana agar akses pendidikan tinggi bagi masyarakat desa semakin terbuka.

“UNMA lahir dari masyarakat. Karena itu, kemajuan UNMA harus berjalan bersama kemajuan masyarakat,” ujar Andriansyah.

UNMA juga menyediakan akses pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk jenjang S1 dan S2 bagi kepala desa, aparatur desa, dan masyarakat. Kampus tersebut juga menyediakan beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an serta program KIP sesuai kuota yang tersedia.

Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi mengatakan peningkatan kapasitas kepala desa diperlukan karena pemerintah desa mengelola Dana Desa dan Alokasi Dana Desa yang penggunaannya harus dipertanggungjawabkan kepada pemerintah dan masyarakat.

“Capacity building untuk kepala desa ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM para kepala desa supaya kompeten dalam bidangnya,” kata Iing.

Ia berharap dukungan keuangan pemerintah Provinsi Banten yang berada pada kisaran Rp100 juta hingga Rp120 juta per desa dapat dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Menurut Iing, forum tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat kerja sama antara Pandeglang dan Lebak. Kemajuan kedua kabupaten tersebut, kata dia, berkaitan dengan perkembangan Banten secara keseluruhan.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengatakan pembangunan tidak dapat mengabaikan desa karena sebagian besar aktivitas ekonomi masyarakat berlangsung di tingkat desa.

“Kemajuan Indonesia dimulai dari desa,” ujarnya.

Amir mendorong kepala desa memperkuat Koperasi Desa Merah Putih sebagai penghubung antara petani, pelaku usaha, dan pasar. Ia juga menilai komoditas unggulan seperti durian, manggis, dan rambutan perlu dikembangkan sebagai sumber ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Banten Gunawan Rusminto mengatakan capacity building harus menghasilkan peningkatan kemampuan kepala desa dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Menurut dia, pembangunan desa membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat.

Gunawan menyebut Program Sarjana Penggerak Desa kini mencakup 538 desa dari total 1.238 desa di Banten. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencakup 138 desa.

Bidang studi yang terlibat dalam program itu juga diperluas. Menurut Gunawan, keterlibatan sarjana di desa diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi lokal dan memperkuat pengelolaannya.

“Pembangunan desa membutuhkan keterlibatan banyak pihak,” kata Gunawan.

Ia mencontohkan komoditas durian yang tidak cukup hanya ditingkatkan produksinya. Pengembangan harus mencakup pengolahan, pemasaran, penguatan UMKM, serta kelembagaan ekonomi desa.

Festival Durian dan Bazar UMKM menjadi bagian dari kegiatan capacity building. Sejumlah stan menampilkan durian dan produk lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Pengembangan komoditas lokal, kata Gunawan, perlu dilakukan dari hulu hingga hilir. Peningkatan produksi harus diikuti pengolahan dan pemasaran agar nilai tambah tidak berhenti pada penjualan bahan mentah.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan workshop peningkatan kapasitas kepala desa, pengenalan UNMA Banten, pemberian cenderamata, serta peninjauan stan Festival Durian dan Bazar UMKM.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, Kepala DPMD Provinsi Banten Gunawan Rusminto, sejumlah pejabat pemerintah daerah, perbankan, organisasi kepala desa, mahasiswa, serta kepala desa dari Pandeglang dan Lebak.

Bagi UNMA Banten, forum tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pandeglang dan Lebak menjadi salah satu wilayah yang selama ini menjadi lokasi penelitian dan pengabdian dosen UNMA.

Eko Supriatno, salah satu penyelenggara, mengatakan kontes durian, bazar UMKM, dan sejumlah layanan turut melengkapi kegiatan. Forum itu diharapkan membuka ruang bagi kepala desa untuk melihat langsung potensi ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang sempat ditunda karena adanya imbauan terkait aktivitas Gunung Krakatau tersebut akhirnya digelar pada 24 September 2026. Momentum itu bertepatan dengan penerimaan mahasiswa baru dan berkumpulnya ratusan kepala desa.

Pertemuan tersebut mempertemukan agenda pendidikan tinggi dengan pemerintahan desa dan pengembangan ekonomi masyarakat. Ukuran keberhasilannya bukan hanya pada terselenggaranya forum, melainkan pada penerapan pengetahuan oleh kepala desa dalam mengelola pemerintahan, meningkatkan sumber daya manusia, mengembangkan ekonomi lokal, serta membangun kerja sama yang memberi manfaat bagi masyarakat desa. (Rhn/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *