Pemilik Bengkel Diduga Gelapkan 25 Angkot, Bodinya Dipotong dan Dijual sebagai Rongsokan

0
Pemilik Bengkel Diduga Gelapkan 25 Angkot, Bodinya Dipotong dan Dijual sebagai Rongsokan
Views: 2

SERANG, TirtaNews — Polisi mengungkap dugaan penggelapan puluhan kendaraan angkutan umum yang dilakukan seorang pemilik bengkel di Kampung Sadang, Desa Pematang, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. Kendaraan milik konsumen itu tidak dijual secara utuh, melainkan dipotong-potong dan dijual sebagai barang rongsokan.

Unit Reskrim Polsek Kragilan menangkap AS, 34 tahun, pemilik bengkel tersebut, pada Jumat, 11 September 2026. Ia ditangkap di rumah orang tuanya di Kampung Sadik, Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Kapolsek Kragilan Ajun Komisaris Polisi Ilman Robiana mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan seorang korban pada 21 Agustus 2026. Korban mengetahui mobil angkot miliknya, bernomor polisi A 1913 VX, telah dijual ke pengepul rongsokan setelah sebelumnya dititipkan kepada AS untuk diperbaiki.

Menurut Ilman, pada 19 Agustus 2026 korban, Romi, memperoleh informasi dari Misri bahwa kendaraannya telah berada di lapak rongsokan di wilayah Kecamatan Kasemen. Romi kemudian mendatangi bengkel AS bersama Misri untuk memastikan keberadaan mobil tersebut.

Namun kendaraan tidak ditemukan. AS mengatakan mobil sedang diperbaiki di bengkel lain.

Romi yang curiga kemudian mendatangi lapak rongsokan di Kasemen. Di tempat itu, ia menemukan bagian-bagian mobil yang telah dipotong dan mengenalinya sebagai bagian dari kendaraan miliknya.

“Korban mengenali bagian-bagian kendaraan yang telah dipotong sebagai miliknya,” kata Ilman, Kamis, 24 September 2026.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan berdasarkan laporan tersebut. Hasil penyelidikan mengarah kepada AS yang kemudian ditangkap di rumah orang tuanya di Walantaka.

Dari pemeriksaan, polisi menyebut AS mengakui melakukan penggelapan dengan modus serupa terhadap kendaraan lain. Polisi menemukan informasi mengenai 24 mobil angkot lain yang diduga telah dirongsokkan.

Dengan demikian, sedikitnya 25 kendaraan angkot diduga menjadi sasaran, termasuk kendaraan yang dilaporkan korban.

Ilman mengatakan AS biasanya memberikan alasan bahwa kendaraan konsumen sedang diperbaiki di bengkel milik rekannya ketika pemilik datang menanyakan mobilnya. Pelaku juga disebut kerap menghindari pemilik kendaraan.

Polisi menahan AS untuk pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Serang. Penyidik masih mendalami jumlah kendaraan yang telah digelapkan serta alur penjualan bagian-bagian kendaraan tersebut kepada pengepul rongsokan. (Sarman/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *