Rembuk Stunting Sindangheula Bahas Kendala Posyandu dan Pencegahan Stunting

0
Rembuk Stunting Sindangheula Bahas Kendala Posyandu dan Pencegahan Stunting
Views: 10

SERANG, TirtaNews — Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, menggelar Rembuk Stunting 2026 bersama Kader Posyandu di Saung Bioflok Desa Sindangheula, Jumat, 11 September 2026. Forum tersebut membahas persoalan pelayanan kesehatan sekaligus mencari solusi pencegahan stunting di tingkat desa.

Kepala Desa Sindangheula Suheli, S.Kom.I., MM., membuka kegiatan yang dihadiri perangkat desa, Bidan Desa, serta kader Posyandu. Para kader menyampaikan pengalaman dan kendala yang mereka temui saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Suheli mengatakan rembuk stunting tidak semata-mata menjadi agenda rutin desa. Menurut dia, forum tersebut penting untuk menampung aspirasi kader dan mengidentifikasi persoalan yang terjadi di lapangan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menampung aspirasi dari para pengurus kader, kemudian berbagai permasalahan yang ada di lapangan kita diskusikan bersama dan kita cari solusinya,” kata Suheli.

Dia berharap hasil pembahasan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu. Kolaborasi itu diperlukan agar persoalan kesehatan masyarakat dapat ditangani sejak dini.

Suheli juga menyampaikan apresiasi kepada Bidan Desa serta pengurus dan anggota Kader Posyandu yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap komunikasi yang terbangun melalui rembuk dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu.

“Mudah-mudahan dengan berkumpul dan melaksanakan rembuk stunting ini, permasalahan yang ada di lapangan bisa kita atasi bersama-sama. Tentunya untuk kebaikan kader Posyandu dan kebaikan Desa Sindangheula menuju desa yang sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Pemerintah Desa Sindangheula menempatkan pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama bayi dan balita, serta perhatian terhadap ibu hamil menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Melalui koordinasi antara pemerintah desa, Bidan Desa, dan kader Posyandu, berbagai persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat diharapkan dapat segera ditindaklanjuti. Forum rembuk juga menjadi ruang untuk memperkuat langkah preventif agar tumbuh kembang anak dapat terpantau secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *