Kapolsek Cikeusal Dorong Sinergi Paraji dan Tenaga Kesehatan

0
Kapolsek Cikeusal Dorong Sinergi Paraji dan Tenaga Kesehatan
Views: 3

SERANG, TirtaNews — Kapolsek Cikeusal Iptu Harus Saleh menghadiri kegiatan kerja sama antara UPT Puskesmas Cikeusal dan paraji di Aula UPT Puskesmas Cikeusal, Selasa, 2 September 2026. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu dan anak.

Harus mengatakan komunikasi antara paraji, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan unsur terkait perlu diperkuat agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan sesuai dengan ketentuan.

“Kerja sama dan komunikasi yang baik antara paraji dan tenaga kesehatan sangat penting, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang tepat dengan mengutamakan keselamatan ibu dan anak,” kata Harus Saleh.

Menurut dia, sinergi antara paraji dan tenaga kesehatan juga diharapkan dapat membantu menekan risiko kematian ibu dan bayi. Pendampingan terhadap ibu hamil, kata dia, harus dilakukan melalui koordinasi yang baik dengan bidan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Harus mengapresiasi kerja sama yang dibangun UPT Puskesmas Cikeusal dengan paraji. Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terus diperkuat dalam praktik pendampingan masyarakat.

Namun, ia mengingatkan paraji agar tetap memahami batas kewenangan dalam memberikan pelayanan. Tindakan medis maupun pelayanan kesehatan tertentu, menurut dia, harus dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi dan kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Paraji kami harapkan selalu berkoordinasi dengan bidan dan pihak Puskesmas, terutama ketika menangani ibu hamil dan proses persalinan. Keselamatan ibu dan bayi harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Menurut Harus, koordinasi yang baik diperlukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi dan penanganan yang tepat. Dengan komunikasi yang terbangun antara paraji dan tenaga kesehatan, potensi kesalahan dalam penanganan kesehatan ibu dan anak dapat diminimalkan.

Ia juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum bagi pihak yang memberikan pelayanan di luar kewenangannya atau menjalankan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh tenaga medis maupun tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi.

“Jangan sampai karena kurang memahami aturan, justru menimbulkan persoalan hukum. Mari bersama-sama mengutamakan keselamatan masyarakat dan memastikan setiap pelayanan kesehatan dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi dan kewenangan,” kata Harus.

Kapolsek berharap paraji tetap dapat berperan dalam pendampingan masyarakat dengan mengedepankan koordinasi bersama bidan dan tenaga kesehatan. Dengan pola tersebut, keberadaan paraji diharapkan dapat berjalan selaras dengan sistem pelayanan kesehatan.

Kegiatan tersebut ditargetkan menghasilkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Cikeusal, khususnya dalam menjaga kesehatan dan keselamatan ibu serta bayi. (Sarman/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *