Jelang Trident Resolve, Korem 064 Matangkan Respons Bencana Multinasional

0
Jelang Trident Resolve, Korem 064 Matangkan Respons Bencana Multinasional
Views: 3

SERANG, TirtaNews — Korem 064/Maulana Yusuf mematangkan kesiapan menghadapi skenario bencana berskala besar menjelang pelaksanaan Exercise Trident Resolve 2026 di Banten. Persiapan itu dibahas dalam Briefing Pelaku yang digelar di Serang, Rabu, 2 September 2026.

Latihan tersebut menjadi bagian dari simulasi penanganan bencana yang melibatkan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia, serta sejumlah negara mitra. Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigadir Jenderal TNI Daru Cahyadi Soeprapto mengatakan seluruh peserta harus memahami secara utuh konteks dan tujuan latihan.

“Para peserta yang ikut latihan harus memahami dulu, kita sedang latihan apa dan mau apa,” kata Danrem.

Menurut Danrem, skenario latihan dirancang dengan pendekatan geostrategis. Peserta akan dihadapkan pada situasi bencana yang berkembang akibat berbagai persoalan, mulai dari perubahan cuaca dan iklim hingga gempa bumi dan tsunami.

“Skenario kita desain secara geostrategis, ketika dunia mengalami permasalahan terkait cuaca, iklim, tsunami dan sebagainya,” ujarnya.

Salah satu situasi yang akan disimulasikan adalah gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,8 di Selat Sunda yang memicu tsunami di kawasan pesisir Banten. Dalam skenario tersebut, peserta latihan akan menghadapi berbagai persoalan, mulai dari penanganan korban, pelayanan medis, distribusi logistik, hingga kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak.

Latihan juga akan menguji mekanisme penerimaan dan pengerahan bantuan dari negara-negara sahabat. Danrem mengatakan kerja sama internasional menjadi salah satu unsur penting dalam penanganan bencana berskala besar.

“Pemerintah, khususnya Presiden dan para menteri, membuka ruang untuk negara-negara sahabat siap membantu untuk diperbantukan di titik bencana yang terjadi di wilayah Indonesia, salah satunya di wilayah Banten dengan fokus Anyer-Cilegon,” kata Danrem.

Exercise Trident Resolve 2026 mengintegrasikan tiga bidang utama, yakni Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), Military Medicine, dan Cyber Security. Latihan itu dirancang untuk menguji koordinasi antarlembaga dan antarnegara, sistem komando dan pengendalian, pelayanan medis dalam kondisi darurat, hingga kemampuan menghadapi gangguan siber.

Daru menegaskan bahwa latihan tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memperkuat kemampuan operasi kemanusiaan.

“Output dan outcome-nya adalah operasi kemanusiaan,” tegasnya.

Exercise Trident Resolve 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20–26 September 2026 di sejumlah wilayah di Banten. Latihan akan melibatkan unsur Indonesia dan negara-negara mitra dalam simulasi penanggulangan bencana serta operasi kemanusiaan terpadu.

Persiapan yang dilakukan Korem 064/Maulana Yusuf diharapkan dapat memastikan setiap unsur memahami tugas dan mekanisme koordinasi ketika skenario bencana besar benar-benar dijalankan dalam latihan tersebut. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *