Kabupaten Serang dan Situbondo Sepakati Kerja Sama Anyer–Panarukan untuk Dongkrak PAD

SERANG, TirtaNews – Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menandatangani nota kesepakatan kerja sama pengembangan program Anyer–Panarukan 3R. Kesepakatan itu diarahkan untuk mengoptimalkan potensi daerah melalui pengembangan sejarah, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan di Pendopo Kabupaten Situbondo, Rabu (30/7), oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan kerja sama tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di kedua wilayah.
”Semangat kerja sama ini adalah mengoptimalkan potensi daerah untuk meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang maupun Kabupaten Situbondo,” kata Zakiyah.
Menurut dia, kolaborasi antardaerah menjadi salah satu strategi untuk memperkuat pembangunan daerah melalui pemanfaatan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. Setelah penandatanganan nota kesepakatan, kedua pemerintah daerah berencana menggelar Festival Anyer–Panarukan sebagai agenda bersama.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan nama Anyer dan Panarukan telah memiliki nilai historis yang kuat sehingga dapat menjadi daya tarik dalam promosi daerah. Festival yang disiapkan, kata dia, ditujukan untuk menggerakkan perekonomian lokal, memperluas promosi destinasi wisata, serta membuka peluang bagi pelaku UMKM.
Selain aspek ekonomi, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk menghidupkan kembali jejak sejarah Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan yang dibangun pada masa kolonial dan menjadi salah satu ikon sejarah di Indonesia.
Program Anyer–Panarukan 3R merupakan inisiatif jangka panjang yang mengusung konsep road, dengan menjadikan Jalan Raya Pos sebagai warisan sejarah sekaligus penghubung antardaerah. Melalui kerja sama itu, kedua pemerintah daerah berharap nilai sejarah dapat diintegrasikan dengan pengembangan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan potensi lokal. (Yuli/Red)
