Diakui Sekdes, Ada Pungli Program Bantuan Pangan di Desa Angsana Sebesar 20 Ribu Atau 5 Liter Beras

0
Diakui Sekdes, Ada Pungli Program Bantuan Pangan di Desa Angsana Sebesar 20 Ribu Atau 5 Liter Beras
Views: 3

Tirtanews,co.id, Pandeglang, Banten – Program bantuan sosial Program Bantuan Pangan (PBP) untuk periode Juli, Agustus dan September 2026 di Desa Angsana Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Banten, telah di salurkan. Namun sayangnya, pada program pangan tersebut, diduga terjadi Pungutan Liar (Pungli) sebesar Rp. 20 Ribu per KPM atau 5 Liter beras bagi KPM yang tidak memberikan uang.

Hal itu dikatakan oleh sejumlah warga yang namanya enggan disebutkan. Menurut mereka, warga mau tidak mau mengikuti permintaan tersebut. Karena, kata mereka, tidak mau namanya nanti di hapus dari penerima bantuan pangan. “Mau tidak mau pak harus ikut. Kalau tidak ngasih uang sebesar Rp. 29 Ribu, berarti kami harus ngasih beras sebanyak 5 Liter kepada mereka,” kata warga ketika ditanya soal distribusi PBP belum lama ini.

Masih kata mereka, memang ada yang ngasih uang, ada juga yang ngasih beras, dan itu langsung diberikan. “Ya banyak sih pak, kemungkinan semua KPM ngasih, kami juga ngasih kami enggak mau nama kami di coret nantinya,” tambah mereka.

Terpisah, di konfirmasi melalui telephone selularnya, Sekdes Angsana Babay Somantri mengaku tidak mengetahui adanya dugaan Pungli tersebut. Bahkan kata dia, setelah menanyakan kepada semua RT, tidak ada yang mengakui melakukan Pungli. “Saya tidak memerintahkan ke RT untuk melakukan Pungli,” kilahnya.

Lebih lanjut Babay mengatakan, dirinya menanyakan kepada semua RT dan saat ini sedang kami tanyakan. “Ini pak sudah ada yang ngaku melakukan Pungli,” kata Babay beberapa saat berselang. Namun, ketika ditanya siapa yang mengakui dan dari kampung mana, Babay malah bungkam.

Sementara itu, hal senada dikatakan oleh TKSK Kecamatan Angsana, Idris. Dirinya mengaku tidak mengetahui adanya Pungli tersebut. “Kalau berdasarkan prosedur sudah saya sampaikan dan untuk penyaluran diserahkan sepenuhnya kepada pihak desa, kami monitor bersama Muspika,” kilahnya. (Ri3z/02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *