Festival Tetangga di Bogor Angkat Penguatan Karakter dan Integritas Keluarga

BOGOR, TirtaNews – Festival Tetangga 2 (Temu Tanggap Keluarga) memanfaatkan momentum Car Free Day di kawasan Taman Siliwangi, Kabupaten Bogor, untuk mengampanyekan penguatan karakter dan budaya integritas yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Kegiatan yang digelar pada Minggu, 28 Juni 2026, itu menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan hiburan bagi keluarga, seperti pertunjukan seni, pojok literasi, ruang bermain anak, hingga forum diskusi yang melibatkan komunitas dan organisasi masyarakat.
Ketua Forum Penyuluh Anti Korupsi dan Ahli Pembangun Integritas (ForPAK API) Banten, Ratu Syafitri Muhayati, mengatakan keluarga merupakan ruang pertama dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai integritas.
”Membangun masyarakat yang berintegritas harus dimulai dari rumah, kemudian tumbuh di lingkungan tetangga, dan akhirnya menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Ratu dalam kegiatan tersebut.
Menurut dia, pendidikan antikorupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan masyarakat melalui kolaborasi berbagai komunitas. Keluarga, kata dia, menjadi fondasi utama dalam membangun karakter yang berlandaskan kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab.
Festival yang mengusung tema “Rumah Pertama, Karakter Utama” itu diinisiasi Yayasan Pagi Berdaya–Improve Foundation dan terbuka untuk masyarakat. Penyelenggara menyediakan sejumlah ruang interaktif yang dirancang untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah organisasi, antara lain Yayasan Inspirasi Anak Bangsa, Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Bogor, Komunitas Guru Belajar Nusantara Kabupaten dan Kota Bogor, serta ForPAK API Banten.
Selain penyelenggaraan secara langsung di kawasan Car Free Day, rangkaian Festival Tetangga 2 dilanjutkan dengan kegiatan virtual pada Senin, 29 Juni 2026. Penyelenggara berharap festival itu dapat memperkuat budaya gotong royong, mempererat hubungan antarwarga, serta mendorong lahirnya generasi yang berkarakter dan berintegritas. (Az/Red)
