Hotel Bintang Empat Pertama Beroperasi, Grand Keisha Bidik Pasar Bisnis dan Pariwisata Lebak

0
Hotel Bintang Empat Pertama Beroperasi, Grand Keisha Bidik Pasar Bisnis dan Pariwisata Lebak
Views: 14

LEBAK, TirtaNews – Sektor perhotelan di Kabupaten Lebak memasuki fase baru dengan beroperasinya Hotel Grand Keisha Rangkasbitung, hotel berbintang empat pertama di ibu kota Kabupaten Lebak. Kehadiran hotel ini dinilai menjadi sinyal meningkatnya investasi di sektor hospitality seiring pertumbuhan aktivitas bisnis dan pariwisata di wilayah Banten Selatan.

‎Hotel yang berlokasi di Jalan Bypass Soekarno-Hatta itu diperkenalkan kepada publik dalam acara grand opening belum lama ini. Manajemen menargetkan Grand Keisha menjadi akomodasi bagi wisatawan, pelaku usaha, tamu pemerintahan, sekaligus pusat penyelenggaraan kegiatan bisnis dan konvensi.

‎Owner Grand Keisha Rangkasbitung, Andy Arslan Djunaid, mengatakan pembangunan hotel tersebut merupakan bagian dari ekspansi jaringan Grand Keisha setelah sebelumnya beroperasi di Yogyakarta. Menurut dia, potensi ekonomi Kabupaten Lebak terus berkembang sehingga membutuhkan fasilitas akomodasi berstandar tinggi.

‎”Kami melihat Lebak memiliki peluang besar untuk berkembang. Karena itu, kami menghadirkan hotel dengan fasilitas lengkap dan pelayanan premium yang dapat mendukung kebutuhan dunia usaha sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat daerah,” kata Andy.

‎Ia menjelaskan, nama Grand Keisha diambil dari nama putrinya, Keisha Andyta Dzikra Djunaid. Peresmian hotel juga bertepatan dengan hari ulang tahun sang anak, sehingga memiliki nilai emosional bagi keluarga.

‎Dari sisi fasilitas, Grand Keisha memiliki 95 kamar yang terdiri atas tipe Deluxe, Premier, Junior Suite, hingga Executive Suite. Hotel ini juga dilengkapi delapan ruang pertemuan dan ballroom berkapasitas lebih dari 1.500 orang yang menyasar pasar konferensi, seminar, pernikahan, hingga kegiatan korporasi.

‎Selain itu tersedia kolam renang, pusat kebugaran, restoran, lounge, mushala, dan ruang laktasi sebagai fasilitas pendukung bagi tamu.

‎Sementara itu dalam kesempatan berbeda, Founder Gaido Group, M Hasan Gaido, menilai keberadaan hotel tersebut dapat memperkuat ekosistem pariwisata di Kabupaten Lebak, khususnya pengembangan wisata halal.

‎”Kehadiran hotel seperti Grand Keisha menjadi langkah penting untuk mendukung ekosistem pariwisata yang ramah muslim,” ujarnya.



‎Sementara itu, Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, menyebut investasi di sektor perhotelan akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah. Selain memperluas kapasitas akomodasi, operasional hotel juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

‎Menurut Hasbi, sebagian besar tenaga kerja yang direkrut berasal dari Kabupaten Lebak. “Kehadiran hotel ini menjadi langkah maju bagi Lebak. Selain membuka lapangan kerja, hotel ini juga dapat mendukung pertumbuhan pariwisata dan kegiatan bisnis di daerah,” katanya.

‎Berlokasi dekat dengan Stasiun Rangkasbitung, akses jalan tol, pusat pemerintahan, serta destinasi wisata Banten Selatan, Grand Keisha membidik pasar perjalanan dinas, wisata, dan kegiatan bisnis. Manajemen berharap investasi tersebut dapat memperkuat posisi Rangkasbitung sebagai kawasan yang semakin menarik bagi pelaku usaha dan investor di Provinsi Banten. (Ridwan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *