Underpass Bitung Ditargetkan Beroperasi Februari 2027, Andra Soni Prediksi Kemacetan Berkurang 50 Persen

0
Underpass Bitung Ditargetkan Beroperasi Februari 2027, Andra Soni Prediksi Kemacetan Berkurang 50 Persen
Views: 3

TANGERANG, TirtaNews.co.id – Pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Februari 2027. Gubernur Banten Andra Soni berharap proyek tersebut dapat mengurangi kemacetan di salah satu jalur penghubung utama antara Jakarta, Tangerang, dan Serang.

Harapan itu disampaikan Andra Soni saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono meninjau pembangunan underpass tersebut, Jumat, 6 November 2026.

Andra memperkirakan keberadaan lintas bawah sepanjang 350 meter itu dapat mengurangi kemacetan hingga 50 persen dari kondisi saat ini. Namun, menurut dia, pembangunan infrastruktur tambahan masih diperlukan agar persoalan lalu lintas di kawasan Bitung bisa ditangani secara menyeluruh.

“Dampaknya nanti bisa mengurai kemacetan hingga separuh dari kondisi saat ini. Artinya, masih ada beberapa hal lagi yang harus dikerjakan secara berkelanjutan supaya lalu lintas bisa lancar,” kata Andra.

Ia menjelaskan, kawasan Bitung memiliki posisi strategis karena menjadi jalur penghubung berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Serang, hingga kawasan utara Kabupaten Tangerang. Tingginya mobilitas kendaraan membuat kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan progres pembangunan Underpass Bitung telah mencapai 70,7 persen. Proyek yang dikerjakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut berjalan sesuai jadwal.

AHY meminta pelaksana proyek tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan standar keselamatan konstruksi selama proses pembangunan berlangsung.

“Insyaallah akan terus dikejar hingga tahun depan, dan pada Februari (2027) akan ada serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO),” ujar AHY.

Menurut AHY, pembangunan underpass ini penting karena kawasan Bitung selama ini menjadi salah satu titik hambatan arus kendaraan, baik dari arah Kota Tangerang maupun Kabupaten Serang.

Ia mengatakan kemacetan yang berlangsung selama bertahun-tahun telah berdampak terhadap mobilitas masyarakat. Karena itu, peningkatan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Konektivitas merupakan urat nadi dari pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata AHY.

Proyek Underpass Bitung memiliki panjang sekitar 350 meter dengan dukungan anggaran Rp87,31 miliar. Pembangunannya merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Andra Soni mengapresiasi kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten dalam pembangunan tersebut. Ia berharap sinergi lintas pemerintahan terus diperkuat, terutama dalam menangani persoalan infrastruktur dan kemacetan di wilayah Banten.

Meski demikian, beroperasinya Underpass Bitung nantinya masih perlu diikuti penanganan sejumlah titik lalu lintas lain agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. (Aep/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *