Usai Pertandingan Sepak Bola, Warga Ciomas Diduga Dikeroyok Tiga Pemuda‎

0
Usai Pertandingan Sepak Bola, Warga Ciomas Diduga Dikeroyok Tiga Pemuda‎
Views: 2

SERANG, TirtaNews — Keributan seusai pertandingan Sepak Bola antardesa berujung dugaan pengeroyokan di Jalan Raya Ciomas–Mandalawangi, Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Senin, 24 Agustus 2026. Seorang warga berinisial Y, yang merupakan salah satu founder media online Sidik-Berita.Com, mengaku menjadi korban pengeroyokan tiga pemuda sekitar pukul 17.30 WIB.

‎Peristiwa itu bermula saat Y menyaksikan pertandingan yang mempertemukan peserta dari Desa Ujung Tebu, Desa Cisitu, dan Desa Siketug. Di lokasi, seorang pemuda berinisial R datang dan diduga dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. R kemudian melontarkan kata-kata kasar yang memicu cekcok dengan Y.

‎Cekcok tersebut sempat dilerai warga yang berada di sekitar lokasi. Perselisihan dianggap selesai setelah kedua pihak dipisahkan.

‎Namun, persoalan kembali terjadi setelah pertandingan berakhir. Saat Y dalam perjalanan pulang, ia mengaku dihadang R bersama dua rekannya, A dan R. Ketiganya disebut merupakan warga Desa Ujung Tebu.

‎”Saya kemudian dikeroyok. Dipukul dan ditendang hingga tersungkur ke jalan,” ujar Y.

‎Akibat kejadian tersebut, Y mengalami sejumlah luka memar di tubuh. Bibirnya juga mengalami luka robek yang diduga akibat pukulan. Y kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten untuk menjalani pemeriksaan dan visum et repertum.

‎Y mengatakan kasus tersebut akan dibawa ke ranah hukum. Ia berharap kepolisian dapat mengusut dugaan pengeroyokan tersebut dan menindak para pelaku sesuai ketentuan hukum.

‎Kepolisian Resor Serang membenarkan adanya laporan mengenai kejadian tersebut. Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan terhadap dugaan pengeroyokan.

‎”​Kami sudah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan. Ketiga terduga pelaku sudah kami kantongi identitasnya. Kami imbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahannya ke pihak berwajib,” kata pihak kepolisian.

‎Polisi juga mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi minuman keras, khususnya ketika menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah konflik dan gangguan keamanan.

‎Hingga kini, polisi masih mendalami perkara tersebut. Ketiga orang yang disebut korban sebagai pelaku masih berstatus terduga dan proses hukum menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. (Yuli/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *