Danrem Tinjau Kesiapan Konservasi Badak Jawa di Ujung Kulon

0
Danrem Tinjau Kesiapan Konservasi Badak Jawa di Ujung Kulon
Views: 10

PANDEGLANG, TirtaNews – Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto meninjau perkembangan Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa di Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Kamis (23/7). Kunjungan itu dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan program konservasi sekaligus pengamanan satwa endemik yang populasinya terus dijaga.

‎Dalam kunjungan tersebut, Danrem menerima paparan dari Balai TNUK mengenai perkembangan konservasi Badak Jawa. Materi yang disampaikan meliputi kondisi populasi, tantangan pelestarian, kesiapan fasilitas translokasi, sistem pengamanan kawasan, hingga langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mendukung keberlangsungan spesies langka tersebut.

‎Usai menerima paparan, Danrem bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya Dermaga Legon Pakis, kawasan penyangga, dan paddock atau kandang habituasi yang disiapkan sebagai lokasi observasi, penanganan, serta pengembangbiakan Badak Jawa.

‎Menurut Danrem, pelaksanaan Operasi Merah Putih sejauh ini telah berjalan sesuai arah konservasi yang ditetapkan. Namun, ia menilai masih diperlukan penyempurnaan pada sejumlah aspek agar program translokasi dan pelestarian dapat berlangsung lebih optimal.

‎Ia menegaskan, upaya menjaga kelestarian Badak Jawa membutuhkan penanganan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan habitat yang sesuai, ketersediaan pakan, pengendalian penyakit, hingga strategi pengembangbiakan. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan populasi satwa yang kini hanya tersisa di kawasan Ujung Kulon.

‎Selain aspek konservasi, Danrem menyoroti pentingnya penguatan sistem pengamanan kawasan. Menurut dia, langkah antisipatif terhadap berbagai potensi ancaman, termasuk perburuan liar, harus terus diperkuat melalui strategi yang terintegrasi.

‎Ia juga menilai fasilitas konservasi yang telah dibangun di Taman Nasional Ujung Kulon menjadi infrastruktur penting dalam mendukung proses translokasi, observasi, dan pengembangbiakan Badak Jawa. Karena itu, sinergi seluruh pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan program pelestarian satwa langka tersebut.

‎Kunjungan kerja itu menjadi bagian dari evaluasi lapangan Satgas Operasi Merah Putih Badak Jawa untuk memastikan kesiapan program konservasi sekaligus memperkuat perlindungan terhadap salah satu satwa paling langka di dunia yang menjadi ikon keanekaragaman hayati Indonesia. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *