Pembangunan Trotoar Ganggu UMKM di Jalur Kiajurum Sempu-Boru

0
Pembangunan Trotoar Ganggu UMKM di Jalur Kiajurum Sempu-Boru

0-3072x4096-0-0-{}-0-24#

Views: 2

KOTA SERANG, TirtaNews — Pembangunan trotoar di jalur Kiajurum tepatnya Sempu-Boru, Kota Serang, dikeluhkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Material paving hasil bongkaran yang belum segera diangkut dinilai mengganggu akses konsumen menuju tempat usaha.

‎Tumpukan paving terlihat berada di sejumlah titik sepanjang lokasi pembangunan. Kondisi tersebut membuat ruang bagi pengguna jalan maupun konsumen yang hendak berhenti untuk membeli makanan menjadi lebih sempit.

‎Salah satu UMKM yang terdampak adalah Angkringan Aa. Penjual angkringan tersebut mengatakan aktivitas pembangunan membuat pembeli kesulitan mengakses lokasi usaha.

‎Azril, penjual di Angkringan Aa, mengatakan material bongkaran yang dibiarkan di sekitar lokasi usaha cukup mengganggu. Ia berharap pelaksana proyek segera merapikan dan mengangkut paving yang sudah dibongkar agar tidak menghambat aktivitas warga dan pelaku UMKM.

‎“Paving hasil bongkaran ini menghalangi jalan pembeli yang mau jajan,” kata Azril.

‎Selain mengganggu akses usaha, kondisi lokasi pembangunan juga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan. Sejumlah bagian trotoar yang telah dibuka belum segera ditutup atau dirapikan sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

‎Azril mengatakan kecelakaan bahkan telah terjadi di depan angkringannya. Dua hari lalu, seorang pengendara sepeda motor terjatuh setelah tergelincir karena tanah bekas bongkaran juga berantakan ke jalan raya.

‎“Dua hari yang lalu ada pengendara motor yang jatuh di depan angkringan karena kagok kepeleset tanah bekas bongkaran paving di situ,” ujarnya.

‎Pelaku UMKM berharap pengerjaan trotoar tetap memperhatikan akses menuju tempat usaha dan keselamatan pengguna jalan. Material hasil pembongkaran juga diminta segera dipindahkan agar tidak menjadi penghalang bagi konsumen.

‎Mereka juga meminta bagian jalan atau trotoar yang telah dibongkar segera diberi pengamanan dan ditutup setelah pekerjaan selesai. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kecelakaan, terutama pada malam hari ketika kondisi lokasi lebih sulit terlihat oleh pengendara.

‎Pembangunan infrastruktur seharusnya tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan kegiatan ekonomi warga di sekitar proyek tetap berjalan dan keselamatan pengguna jalan terjaga. (Risdu/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *