Bank Indonesia Dorong Pembiayaan Syariah agar UMKM Naik Kelas

0
Bank Indonesia Dorong Pembiayaan Syariah agar UMKM Naik Kelas
Views: 2

LOMBOK, TirtaNews – Bank Indonesia mengajak pelaku industri keuangan syariah, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memperkuat skema pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Sharia Financing Forum (SHAFF) 2026. Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia itu digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu, 8 Juli 2026.

‎Forum menghadirkan regulator, akademisi, serta praktisi ekonomi syariah untuk membahas strategi memperluas akses pembiayaan sekaligus mempercepat pengembangan ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia. Peserta berasal dari perbankan syariah, Bank NTB Syariah, BPRS, BAZNAS, lembaga amil zakat, hingga organisasi masyarakat.

‎Ekonom Ahli Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, R. Eko Aldi Irianto, mengatakan pengembangan UMKM harus bertumpu pada kondisi riil di lapangan, bukan sekadar melihat besarnya potensi. Menurut dia, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala yang memerlukan solusi bersama.

‎Ia menilai pembiayaan perbankan syariah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), perlu lebih tepat sasaran agar mampu mendorong pelaku usaha mikro naik kelas menjadi usaha menengah, serta memperkuat daya saing usaha yang telah berkembang.

‎Dalam diskusi tersebut, Ketua Komite Pengembangan Industri Halal dan Ekosistem Haji IAEI sekaligus Founder dan CEO Gaido Group, Muhammad Hasan Gaido, mengusulkan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan karakteristik pelaku usaha. Menurut dia, usaha mikro yang baru dirintis dapat memanfaatkan pembiayaan qard hasan, sedangkan usaha yang telah berkembang diarahkan mengakses KUR syariah maupun pembiayaan syariah lainnya dengan biaya yang lebih ringan.

‎Hasan juga mengusulkan agar margin KUR syariah dapat ditekan hingga di bawah lima persen guna memperkuat modal usaha. Selain pembiayaan, ia menilai penguatan UMKM harus disertai peningkatan penggunaan produk lokal, pendampingan usaha, dan literasi ekonomi syariah.

‎Direktur Bank NTB Syariah, Agus, mengatakan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Nusa Tenggara Barat saat ini berada di atas rata-rata nasional. Menurut dia, inovasi digital, termasuk Program Rinjani, menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.

‎Melalui SHAFF 2026, Bank Indonesia berharap kolaborasi antara regulator, industri keuangan syariah, pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha dapat memperluas pembiayaan syariah yang inklusif, mempercepat UMKM naik kelas, serta menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *