Andra Soni Paparkan Efisiensi Anggaran dan Reformasi Birokrasi kepada Peneliti IPDN

SERANG, TirtaNews — Gubernur Banten Andra Soni memaparkan strategi efisiensi anggaran dan reformasi tata kelola pemerintahan kepada tim peneliti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Menurut dia, pengoptimalan anggaran dan penguatan kelembagaan menjadi kunci peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Banten.
Pemaparan itu disampaikan dalam wawancara virtual dengan peneliti IPDN yang tengah melakukan kajian mengenai political will dalam konsolidasi kelembagaan pemerintahan daerah. Banten dipilih sebagai objek penelitian karena dinilai berhasil berkembang sebagai daerah otonom sejak memisahkan diri dari Jawa Barat pada 2000.
Andra mengatakan pemerintah provinsi menerapkan sistem manajemen talenta dalam pengelolaan aparatur sipil negara. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memastikan setiap pegawai memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kompetensi dan kinerja.
“Ini juga sesuai dengan arahan Presiden Prabowo agar kami bekerja dengan baik dan benar,” kata Andra, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut dia, penempatan aparatur yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya penting untuk mendukung pencapaian program pembangunan daerah. Karena itu, kebijakan kepegawaian diarahkan untuk memperkuat profesionalisme birokrasi dan meminimalkan intervensi dari pihak luar.
Selain reformasi birokrasi, Andra mengaku melakukan pengetatan belanja daerah agar lebih efektif dan tepat sasaran. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengalihkan sebagian alokasi belanja modal untuk mendukung program sekolah gratis.
Program tersebut sebelumnya diterapkan pada SMA, SMK, dan sekolah khusus negeri yang menjadi kewenangan provinsi. Pada masa pemerintahannya, cakupan program diperluas ke sekolah swasta. Hingga tahun pertama pelaksanaannya, sebanyak 801 sekolah swasta telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten untuk menyelenggarakan pendidikan gratis bagi siswa kelas X.
Pada tahun kedua, program itu diperluas hingga kelas XI. Pemerintah Provinsi Banten juga mulai melibatkan madrasah aliyah dengan menyediakan kuota bagi 10 ribu siswa.
Di sektor lain, pemerintah provinsi tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra. Menurut Andra, peningkatan kualitas jalan akan memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menekan biaya transportasi masyarakat.
“Masyarakat mendapatkan dampak positifnya secara langsung,” ujarnya.
Penelitian IPDN tersebut berupaya mengkaji faktor-faktor yang mendorong keberhasilan konsolidasi kelembagaan dan pembangunan di Provinsi Banten sebagai salah satu daerah otonom yang berkembang pesat dalam dua dekade terakhir. (Aep/Red)
