Wabup Serang Dorong Inklusi Keuangan, Tiga Program Disiapkan TPAKD 2026

SERANG, TirtaNews — Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam inklusi keuangan sebagai bagian dari pembangunan peradaban ekonomi. Hal itu disampaikan dalam Rapat Pleno Penetapan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Serang 2026 yang digelar di Aula KH. Syam’un, Selasa, 5 Mei 2026.
Najib mengatakan rapat tersebut menghasilkan tiga program utama yang akan dijalankan sepanjang tahun depan. “Beberapa kesepakatan sudah dicapai dan akan dilanjutkan dalam pembahasan berikutnya bersama para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Program pertama berfokus pada peningkatan literasi dan edukasi keuangan masyarakat. Pemerintah daerah bersama perbankan akan melakukan sosialisasi sekaligus mendorong pembukaan rekening bagi pelajar. Menurut Najib, langkah ini penting mengingat jumlah sekolah dasar di Kabupaten Serang mencapai ratusan unit.
“Output besarnya adalah membangun kesadaran masyarakat terhadap inklusi keuangan daerah,” kata Najib.
Program kedua menyasar maraknya praktik pinjaman online ilegal dan rentenir di tingkat desa. Pemerintah bersama perbankan akan memperkuat sosialisasi layanan keuangan digital untuk mendorong transaksi nontunai. “Mindset penggunaan uang tunai perlu dikurangi agar masyarakat terbiasa dengan sistem perbankan,” ujarnya.
Adapun program ketiga diarahkan pada penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah daerah berupaya meningkatkan akses pembiayaan dan pendampingan agar pelaku usaha dapat naik kelas dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Asisten Daerah II Kabupaten Serang Febriyanto menambahkan bahwa implementasi program akan dilakukan secara bertahap melalui konsolidasi dan sosialisasi di lapangan. Selain program “Satu Rekening Satu Pelajar”, pemerintah juga menargetkan “Satu Rekening Satu Aparat Desa” untuk meningkatkan literasi keuangan aparatur desa.
Menurut Febriyanto, TPAKD juga akan memprioritaskan pengembangan Desa Wisata Tambang Ayam di Kecamatan Anyer sebagai bagian dari integrasi program inklusi keuangan dengan sektor pariwisata. Program ini akan melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan perbankan daerah, organisasi perangkat daerah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang. (Yuli/Red)
