Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Banten Kejar Data Akurat

0
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Banten Kejar Data Akurat
Views: 13

KOTA SERANG, TirtaNews — Pemerintah Provinsi Banten menekankan pentingnya akurasi data dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang mulai berlangsung 1 Mei hingga Agustus mendatang. Sensus ini dinilai menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengatakan keberhasilan sensus sangat bergantung pada keterlibatan berbagai pihak. “Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, media, hingga akademisi harus berkolaborasi,” ujarnya di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu, 29 April 2026.

Menurut Dimyati, data yang dihimpun harus mencerminkan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar angka administratif. Ia menilai kualitas data akan menentukan arah kebijakan ekonomi daerah ke depan. “Dari data yang akurat, kita bisa merumuskan kebijakan yang tepat,” kata dia.

Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik dilakukan dengan metode door to door. Petugas akan mendatangi langsung rumah tangga dan unit usaha untuk memastikan seluruh aktivitas ekonomi, termasuk usaha mikro dan ekonomi digital, tercatat secara menyeluruh.

Wakil Kepala BPS RI, Donny Hari Budiutomo Harmadi, mengatakan sensus dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dengan melibatkan sekitar 251 ribu petugas lapangan. “Petugas akan mendata perusahaan hingga kegiatan usaha berbasis rumah tangga,” ujarnya.

Ia menegaskan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan sensus. BPS juga menjamin kerahasiaan data responden. “Informasi yang diberikan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” kata Donny.

Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, menambahkan pelaksanaan sensus merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Ia optimistis, dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, sensus dapat menghasilkan data yang lengkap dan mutakhir.

“Kolaborasi menjadi kunci agar data yang dihasilkan berkualitas dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Banten ke depan,” ujarnya. (Aep/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *