Pesantren Bani Hamim Pandeglang Siap Jadi Penggerak Ketahanan Pangan Banten

0
Pesantren Bani Hamim Pandeglang Siap Jadi Penggerak Ketahanan Pangan Banten

Oplus_131072

Views: 4

PANDEGLANG, TirtaNews — Pondok Pesantren Faidhul ‘Allam Bani Hamim di Pandeglang menegaskan komitmennya untuk menjadi salah satu motor penggerak program ketahanan pangan berbasis pesantren di Provinsi Banten, Rabu(25/3/2026).

Komitmen tersebut disampaikan dalam momentum silaturahim Lebaran yang dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Uung Al-Muhiebby, pimpinan Ponpes Model Madeen Pandeglang, serta M. Hasan Gaido, Founder dan CEO Gaido Group.

Pesantren yang berlokasi di Babakan Santri, Mengger, Pandeglang ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pertanian. Selain memiliki lahan luas dan sumber air yang memadai, di lingkungan pesantren juga berdiri Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian yang menjadi basis pendidikan vokasi sekaligus praktik agribisnis bagi para santri.

Pimpinan pesantren, KH. Abdi Adhe Achmad Ibrohim, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dalam program Gaido Connected, sebuah gerakan yang menargetkan lahirnya satu juta pengusaha ekonomi syariah di Indonesia.

“Kami menyambut baik ajakan kolaborasi ini. Pesantren dan SMK pertanian kami siap terlibat dalam program Gaido Connected, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi syariah,” ujarnya.

Menurut Abdi, optimalisasi potensi pesantren akan dilakukan melalui pengelolaan sawah dan kebun, pengembangan perikanan, peternakan ayam, serta integrasi hasil produksi ke pasar, termasuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Ia berharap langkah ini dapat menjadikan pesantren sebagai pusat ekonomi produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Hasan Gaido menilai pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional, terutama di era pemerintahan Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Agama, serta Kementerian Koperasi dan UKM.

Ia menyebutkan, di Provinsi Banten terdapat sekitar 6.776 pondok pesantren. Jika setiap pesantren memiliki minimal dua hektare lahan produktif, maka potensi lahan yang dapat dikelola mencapai lebih dari 13 ribu hektare.

“Jika tiap pesantren memberdayakan sedikitnya 25 orang, maka bisa tercipta lebih dari 169 ribu lapangan kerja baru. Ini kekuatan besar untuk mendorong ekonomi syariah nasional,” kata Hasan.

Ia menambahkan, hasil produksi pesantren nantinya dapat dipasarkan melalui ekosistem bisnis seperti Santri Mart guna memperluas akses pasar.

Program pengembangan ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi pesantren dan melahirkan wirausahawan baru berbasis komunitas.

Dengan dukungan pendidikan vokasi dan kemitraan dengan dunia usaha, Pondok Pesantren Bani Hamim diharapkan menjadi model nasional dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis pesantren. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *