Warga Kompleks Pengayoman Resah Maraknya Pencurian Sepeda Motor

TANGERANG, TirtaNews — Warga Kompleks Pengayoman di Kota Tangerang mengaku resah dengan maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Para pelaku diduga beraksi dengan membawa senjata api, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.
Sejumlah warga mengatakan, dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir sedikitnya lima sepeda motor dilaporkan hilang dari area permukiman tersebut. Aksi pencurian diduga terjadi pada waktu berbeda, terutama saat kondisi lingkungan relatif sepi.
“Dalam sebulan ini sudah sekitar lima motor hilang. Warga jadi khawatir, apalagi katanya pelaku membawa senjata api,” kata seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurut warga, kejadian ini membuat situasi lingkungan menjadi tidak nyaman, terutama menjelang masa libur mudik Lebaran ketika banyak rumah ditinggalkan penghuninya untuk pulang ke kampung halaman.
Beberapa warga mulai meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengamanan lingkungan, seperti melakukan ronda malam dan memasang kunci tambahan pada kendaraan. Meski demikian, mereka berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian tersebut.
Warga juga meminta aparat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya jajaran di wilayah Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota, meningkatkan patroli di kawasan permukiman tersebut guna mencegah terulangnya aksi serupa.
“Kami berharap polisi bisa segera menangkap pelaku. Saat libur mudik seperti ini banyak rumah kosong, jadi warga semakin khawatir,” ujar warga lainnya.
Hingga kini, warga masih menunggu langkah penegakan hukum dari aparat kepolisian terkait rangkaian kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di lingkungan mereka. (Az/Red)
