ASDP Perkuat Layanan Nasional, Antisipasi 5,8 Juta Pemudik Lebaran 2026

JAKARTA, TirtaNews – PT PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memproyeksikan 5,8 juta orang akan menggunakan jasa penyeberangan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Angka itu naik sekitar 9,4 persen dibanding periode sebelumnya. Pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau meningkat 9,3 persen.
Lonjakan mobilitas tersebut membuat pemerintah dan operator pelabuhan menyiapkan skema berlapis, khususnya di lintasan padat Merak–Bakauheni serta Ketapang–Gilimanuk.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengatakan pembagian pelabuhan dan pengaturan berbasis golongan kendaraan menjadi kunci untuk mencegah penumpukan. “Distribusi arus harus merata sejak awal. Kalau tidak, bottleneck akan terjadi di titik yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Aan dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Maret 2026.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama tertanggal 5 Februari 2026, pada arus mudik 13–20 Maret 2026, penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan IVa, Va, VIa, dan IVb tetap melalui Merak. Kendaraan golongan I, II, III, Vb, dan VIb (dua sumbu) dialihkan ke Ciwandan. Adapun truk golongan VIb (tiga sumbu), VII, VIII, dan IX diarahkan ke BBJ Bojonegara atau buffer zone bila terkena pembatasan operasional.
Skema serupa diterapkan saat arus balik 23–29 Maret 2026 dengan penyesuaian arah perjalanan Jawa–Sumatera.
Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, layanan pada 13–29 Maret diprioritaskan bagi penumpang dan kendaraan kecil. Kendaraan barang dialihkan ke Dermaga LCM dan Bulusan. Alternatif trayek Tanjung Wangi–Gilimas serta Jangkar–Lembar disiapkan untuk menopang distribusi logistik menuju Nusa Tenggara Barat.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyebut kesiapan armada telah ditingkatkan. Di lintasan Merak–Bakauheni, misalnya, disiapkan 28–33 kapal per hari. Ciwandan–Wika Beton dilayani 9–12 kapal, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu 10–12 kapal, dan Ketapang–Gilimanuk 28–32 kapal per hari.
ASDP juga mengoptimalkan Port Operation Control Center (POCC) berbasis pemantauan real time, menambah dermaga express, menyediakan toilet portable, serta meningkatkan penerangan kawasan pelabuhan. Delaying system diterapkan melalui buffer zone di sejumlah ruas tol dan non-tol menuju pelabuhan utama.
Selain itu, pembatasan radius pembelian tiket diberlakukan: 4,71 kilometer dari Merak; 4,24 kilometer dari Bakauheni; 2,65 kilometer dari Ketapang; dan 2 kilometer dari Gilimanuk. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mencegah antrean kendaraan tanpa tiket di area pelabuhan.
Untuk mendorong kelancaran arus, pemerintah menginisiasi stimulus diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan, setara rata-rata 21,9 persen dari total tarif penyeberangan. Diskon berlaku di 14 pelabuhan dan 7 lintasan strategis bagi pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA reguler, juga pejalan kaki dan golongan II express.
ASDP juga menerapkan kebijakan single tarif di Merak pada 13 Maret pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret pukul 15.00 WIB, serta di Bakauheni pada 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret pukul 24.00 WIB untuk golongan I hingga VIA.
Heru mengimbau masyarakat membeli tiket melalui aplikasi atau laman Ferizy sejak H-60 dan datang sesuai jadwal keberangkatan. “Kedisiplinan pengguna jasa menjadi faktor penting agar sistem yang sudah disiapkan dapat berjalan efektif,” ujarnya. (Dd/Red)
