Indonesia Buka Investasi Mineral Kritis untuk AS, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas

0
Indonesia Buka Investasi Mineral Kritis untuk AS, Kepentingan Nasional Tetap Prioritas
Views: 13

WASHINGTON D.C, TirtaNews – Pemerintah Indonesia membuka peluang investasi yang lebih luas bagi perusahaan Amerika Serikat dalam pengembangan mineral kritis. Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama ekonomi bilateral kedua negara, dengan penegasan bahwa kepatuhan terhadap regulasi nasional dan kepentingan strategis Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengatakan seluruh realisasi investasi harus sejalan dengan aturan dalam negeri serta mendukung agenda hilirisasi dan peningkatan nilai tambah.

“Untuk mineral kritikal terkait dengan nikel, logam tanah jarang, dan mineral-mineral lainnya, kami telah bersepakat untuk memfasilitasi bagi pengusaha-pengusaha yang ada di Amerika Serikat untuk melakukan investasi dengan tetap menghargai aturan-aturan yang berlaku dalam negara kita,” ujar Bahlil kepada awak media di Washington D.C., Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut dia, pemerintah memberi ruang yang setara bagi semua negara, termasuk Amerika Serikat, sepanjang investasi tersebut mendukung kebijakan hilirisasi. Bahlil menegaskan kerja sama ini tidak berarti Indonesia akan kembali membuka keran ekspor bahan mentah.

“Kita memberikan ruang yang sama kepada semua negara, termasuk Amerika dan beberapa negara lain yang akan melakukan investasi di Indonesia, khususnya di mineral kritikal. Ini sudah terjadi, sebelum perjanjian ini pun sudah ada contoh, seperti Freeport Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, ekspor tetap dilakukan dalam bentuk produk yang telah melalui proses pemurnian di dalam negeri. “Jadi, jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah. Yang dimaksudkan di sini adalah mereka setelah melakukan pemurnian kemudian hasilnya bisa diekspor,” ujar Bahlil.

Pemerintah, kata dia, juga telah memetakan sejumlah wilayah pertambangan prospektif yang akan ditawarkan kepada investor. Langkah ini dilakukan untuk menjaga momentum hubungan ekonomi strategis kedua negara sekaligus mempercepat realisasi investasi.

“Kami akan menawarkan kepada mereka mana perusahaan-perusahaan yang ingin masuk dan kemudian kita fasilitasi. Saya sudah melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang prospek karena kita juga harus membangun dan menjaga hubungan yang sudah sangat baik ini,” tuturnya.

Bahlil menekankan percepatan eksekusi investasi di sektor mineral kritis diharapkan memberi dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja serta peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap mineral strategis untuk industri energi masa depan, pemerintah berupaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global tanpa mengabaikan kedaulatan pengelolaan sumber daya alam.

Dengan pendekatan tersebut, Indonesia menegaskan diri sebagai mitra strategis yang terbuka terhadap investasi global, namun tetap konsisten menjalankan agenda hilirisasi nasional. (BPMI/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *