Kepala BKN Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Majukan Pariwisata Biak

0
Kepala BKN Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Majukan Pariwisata Biak
Views: 5

BIAK NUMFOR, TirtaNews – Kepala Badan Kepegawaian Negara Prof. Zudan menutup penyelenggaraan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) XIV Tahun 2026 di Lapangan Cenderawasih, Kabupaten Biak Numfor, Senin (7/7). Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci pengembangan pariwisata sekaligus penguatan ekonomi daerah.

‎Festival yang masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) itu memadukan promosi budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pengembangan destinasi wisata di Biak Numfor.

‎Dalam sambutannya, Prof. Zudan mengatakan sektor pariwisata memiliki peran strategis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain berkontribusi terhadap produk domestik bruto, sektor tersebut juga mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperkuat promosi budaya lokal.

‎Menurut dia, Festival Biak Munara Wampasi menjadi contoh bagaimana kegiatan budaya dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya masyarakat. Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, pelaku usaha pariwisata, seniman, budayawan, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut.

‎Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, mengatakan penyelenggaraan festival selama tujuh hari telah memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi daerah. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus menjadikan sektor pariwisata dan kebudayaan sebagai salah satu fokus pembangunan.

‎Pada penutupan festival, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Festival Budaya Biak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dangeubun, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan konsep yang lebih kuat untuk menjangkau pasar wisata yang lebih luas.

‎Festival Biak Munara Wampasi XIV berlangsung pada 1–7 Juli 2026 dengan menghadirkan 13 kegiatan budaya dan wisata minat khusus, antara lain Apen Beyeren, Snap Mor, Parade Wai Mansusu, Parade Wor, pertunjukan musik suling tambur, lomba foto bawah laut internasional, dan Parade Yospan. Festival tahun ini juga diikuti Kabupaten Asmat yang menampilkan seni ukir khas Asmat dan ritual patung Mbis.

‎Prof. Zudan berharap semangat kolaborasi yang terbangun melalui festival tersebut terus dipertahankan sebagai modal untuk mengembangkan pariwisata sekaligus melestarikan budaya daerah. (Husni/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *