Yoakim Mujizau Kutuk Penembakan Pilot di Boven Digoel, Tindakan Tidak Manusiawi

0
Yoakim Mujizau Kutuk Penembakan Pilot di Boven Digoel, Tindakan Tidak Manusiawi
Views: 9

BOVEN DIGOEL, TirtaNews — Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik Bersenjata Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Yoakim Mujizau, mengecam keras aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot pesawat perintis yang terjadi di Bandara Boven Digoel pada Kamis, 12 Februari 2026.

Penembakan tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalyon Kabibal di bawah komando Panglima Brigjen Elkius Kobak serta Komandan Operasi Kopitua Heluka.

Yoakim menilai tindakan itu tidak manusiawi. Menurut dia, pesawat perintis memiliki peran vital dalam melayani masyarakat di wilayah terpencil Papua yang belum sepenuhnya terjangkau pelayanan pemerintah.

“Pesawat perintis hadir untuk menjangkau dan melayani masyarakat di kampung-kampung serta distrik-distrik yang belum terlayani. Para pilot mempertaruhkan keselamatan demi mengantar kebutuhan hidup masyarakat di wilayah pelosok,” kata Yoakim dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pesawat perintis menjadi sarana utama distribusi bahan pokok seperti beras, gula, garam, minyak goreng, serta kebutuhan sehari-hari lainnya. Selain itu, moda transportasi udara tersebut juga menjadi penghubung bagi warga yang hendak bepergian dari dan menuju daerah terisolasi.

“Melalui pesawat kecil inilah masyarakat bisa merasakan pelayanan. Pemerintah kabupaten tidak mungkin menjangkau semua distrik secara langsung. Pesawat perintis menjadi penghubung utama,” ujarnya.

Yoakim menegaskan bahwa konflik bersenjata tidak boleh melibatkan warga sipil. Ia menyatakan, pihak-pihak yang bertikai semestinya berhadapan sebagai kombatan tanpa menyasar tenaga sipil.

“Kalau mau berperang, silakan berperang kombatan dengan kombatan. Jangan melibatkan dan meneror pilot, tenaga kesehatan, guru, dan warga sipil lainnya,” kata dia.

Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai kemanusiaan tetap dikedepankan dalam setiap bentuk perjuangan. Menurut Yoakim, prinsip kemanusiaan tidak boleh dikesampingkan dalam situasi apa pun.

“Semua pihak yang melakukan perlawanan di daerah pegunungan harus menjaga perikemanusiaan. Kemanusiaan itu di atas segala-galanya,” ujarnya.

Yoakim turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot dan kopilot dalam peristiwa tersebut. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan,” kata Yoakim. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *