HYU Apresiasi Ekspres Belibis 9, Konektivitas Jayapura-Biak-Serui Diperkuat

0
HYU Apresiasi Ekspres Belibis 9, Konektivitas Jayapura-Biak-Serui Diperkuat
Views: 5

JAKARTA, TirtaNews.c.id — Rencana pengoperasian kapal cepat Ekspres Belibis 9 pada Januari 2027 mendapat apresiasi dari Ketua Umum DPP HIPMAS Papua sekaligus Ketua Umum Gercin Indonesia, Hendrik Yance Udam (HYU). Kapal tersebut akan melayani rute Jayapura-Biak dan Jayapura-Serui.

HYU menilai kehadiran kapal cepat itu dapat memperkuat konektivitas antardaerah di Papua, terutama bagi masyarakat pesisir dan kepulauan wilayah Saireri dan Tabi.

“Kehadiran Ekspres Belibis 9 menjadi kabar baik. Masyarakat pesisir Saireri tidak lagi harus menghadapi kesulitan transportasi laut seperti selama ini,” kata HYU dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 2 November 2026.

Ia mengapresiasi langkah Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) yang mendorong pengembangan transportasi laut. Menurut HYU, program tersebut merupakan salah satu bentuk realisasi komitmen pembangunan yang disampaikan saat pemilihan gubernur.

HYU mengatakan, visi Papua Cerah perlu diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya dengan memperbaiki akses transportasi antardaerah, khususnya di wilayah pesisir yang masih bergantung pada jalur laut.

Memasuki tahun pertama kepemimpinan MDF, HYU berharap penguatan konektivitas laut menjadi bagian dari pemerataan pembangunan di Papua. Ia juga mendorong agar jaringan pelayaran nantinya diperluas hingga Mamberamo Raya, Waropen, dan sejumlah wilayah lainnya.

“Konektivitas yang kuat akan membuka peluang ekonomi, memperlancar pelayanan, dan mendorong pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Atas nama DPP HIPMAS Papua dan Gercin Indonesia, HYU menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua beserta jajaran pemerintah provinsi atas perhatian terhadap kebutuhan transportasi masyarakat pesisir.

Berdasarkan rencana yang disampaikan, Ekspres Belibis 9 memiliki kapasitas sekitar 430 penumpang. Kapal ini diproyeksikan memangkas waktu perjalanan laut yang selama ini mencapai 27–28 jam menjadi sekitar 10–11 jam.

Pengoperasian kapal tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas penumpang, tetapi juga memperlancar aktivitas perdagangan, pelayanan publik, dan hubungan ekonomi antardaerah di Provinsi Papua. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *