Disdikbud Papua Tengah Sosialisasikan Kamus Mee–Indonesia–Inggris di Paniai

0
Disdikbud Papua Tengah Sosialisasikan Kamus Mee–Indonesia–Inggris di Paniai
Views: 6

PANIAI, TirtaNews.co.id — Bahasa Mee, salah satu bahasa daerah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Papua Tengah, didorong untuk tetap hidup di tengah perubahan zaman. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah menggelar sosialisasi pengembangan Kamus Bahasa Mee–Indonesia–Inggris sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa ibu dan penguatan muatan lokal di sekolah.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 30-31 Oktober 2026, di Aula Kantor Bupati Paniai dan Aula SMP YPPGI Enarotali, Kabupaten Paniai.

Sosialisasi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Paniai, Andan, SH. Sejumlah tokoh pendidikan, adat, agama, akademisi, peneliti, penutur bahasa daerah, serta tenaga pendidik turut mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir pula Kepala Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Disdikbud Papua Tengah Deni Tenouye, S.Pak., M.Th., M.Pd., penulis Kamus Mee–Indonesia–Inggris Matius F. Degei, serta Ketua Umum K3S TK-PAUD se-Kabupaten Paniai Yunus Gobai, S.Kom., Gr.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaida, mengatakan bahasa daerah tidak sekadar berfungsi sebagai alat komunikasi. Bahasa, menurut dia, juga menyimpan identitas, sejarah, dan nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Bahasa Mee adalah identitas budaya dan wadah penyimpanan nilai-nilai luhur. Bahasa ini wajib kita lestarikan dan integrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah,” kata Nurhaida.

Ia mengatakan sosialisasi kamus tiga bahasa tersebut merupakan langkah konkret untuk menjaga bahasa daerah agar tetap digunakan dan dipelajari oleh generasi muda.

Tantangan pelestarian bahasa ibu, menurut dia, semakin besar di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Anak-anak Papua kini tumbuh dalam lingkungan yang mempertemukan berbagai bahasa, mulai dari bahasa Indonesia hingga bahasa asing.

Karena itu, pengembangan Kamus Mee–Indonesia–Inggris diharapkan dapat menjadi jembatan antara pelestarian identitas lokal dan kebutuhan generasi muda menghadapi dunia yang semakin terbuka.

Melalui kamus tersebut, generasi muda diharapkan tetap mampu menggunakan Bahasa Mee sebagai bahasa ibu, berkomunikasi secara nasional dengan Bahasa Indonesia, sekaligus memperkenalkan budaya dan kekayaan lokal kepada masyarakat internasional melalui Bahasa Inggris.

Dalam kegiatan itu, peserta juga membahas penguatan posisi bahasa daerah dalam sistem pendidikan. Bahasa Mee diharapkan tidak hanya dipertahankan dalam percakapan sehari-hari, tetapi memperoleh ruang yang lebih sistematis melalui pembelajaran muatan lokal.

Sosialisasi tersebut ditutup dengan penandatanganan rumusan rekomendasi bersama. Rekomendasi itu diarahkan untuk mempercepat penyusunan kurikulum muatan lokal bahasa daerah di setiap kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memastikan bahasa-bahasa daerah tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi masyarakat Mee, kamus tiga bahasa itu bukan hanya kumpulan kosakata. Di dalamnya tersimpan upaya merawat ingatan kolektif, mempertahankan identitas, dan memastikan bahasa ibu tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *