Korem 064/MY Perkuat Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Erupsi Anak Krakatau

SERANG, TirtaNews — Korem 064/Maulana Yusuf memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau. Penguatan dilakukan melalui apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam yang digelar Kamis, 17 September 2026.
Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto mengatakan ancaman bencana tidak dapat dihadapi dengan sikap menunggu. Kesiapan personel, peralatan, dan koordinasi lintas instansi perlu dipastikan sebelum kondisi darurat terjadi.
“Kondisi seperti ini tentu tidak bisa kita hadapi hanya dengan menunggu. Ketika potensi bencana sudah ada, negara harus memiliki perencanaan dan kesiapan untuk menghadapinya,” kata Danrem.
Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, aktivitas Gunung Anak Krakatau dipantau secara berkala. Tingkat aktivitas gunung tersebut berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026 dan status itu masih berlaku berdasarkan evaluasi terakhir.
Korem 064/MY bersama satuan jajarannya telah melakukan langkah mitigasi sejak Juli. Koordinasi kemudian diperkuat pada awal Agustus dengan melibatkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait lainnya.
Kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan di tingkat komando. Babinsa di sejumlah wilayah yang diperkirakan terdampak telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sejumlah Kodim juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan langkah penanganan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Dalam apel, Korem memeriksa kesiapan berbagai peralatan pendukung. Perlengkapan komunikasi seperti radio HT, SSB, solar cell dan gateway disiapkan bersama peralatan kesehatan, oksigen, serta perangkat dapur lapangan.
Sarana mobilitas juga disiagakan, termasuk kendaraan pemadam kebakaran, truk angkut, ambulans, dan kendaraan operasional. Kodim 0602/Serang menyiapkan 75 sepeda motor CRF untuk mendukung mobilitas personel dan respons di wilayah yang membutuhkan.
Danrem mengatakan kesiapsiagaan tidak hanya diukur dari jumlah personel. Kemampuan personel dan kondisi peralatan juga harus sesuai dengan kebutuhan penanganan bencana.
“Secara kuantitas, personel harus cukup; secara kualitas, personel harus siap. Materiel juga harus mampu mendukung, dan di tengah keterbatasan kita harus menyiapkan solusi untuk menghadapi kemungkinan ke depan,” ujar Danrem.
Dalam kesempatan itu, Danrem juga menyinggung pencarian sejumlah jurnalis yang hingga hari ke-10 belum membuahkan hasil. Ia berharap operasi pencarian memberikan hasil terbaik bagi para jurnalis yang hilang dan keluarga mereka.
“Tidak seorang pun menginginkan bencana terjadi. Namun ketika bencana terjadi, harus ada yang mampu menghadapinya. Siapa? Kita,” kata Danrem.
Apel tersebut menjadi bagian dari upaya Korem 064/MY memastikan personel, peralatan, dan koordinasi lintas instansi berada dalam kondisi siap. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat respons apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap masyarakat di wilayah Banten dan sekitarnya. (Az/Red)
