Investasi KEK ETKI Banten Tembus Rp1,9 Triliun, Serap 1.773 Tenaga Kerja

0
Investasi KEK ETKI Banten Tembus Rp1,9 Triliun, Serap 1.773 Tenaga Kerja
Views: 6

TANGERANG, TirtaNews – Realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten mencapai Rp1,9 triliun pada tahun pertama pengembangan. Investasi tersebut telah menyerap sekitar 1.773 tenaga kerja.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan perkembangan KEK ETKI Banten di kawasan BSD, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, melampaui ekspektasi. Hal itu disampaikan setelah ia meninjau kawasan tersebut pada Senin, 14 September 2026.

KEK ETKI Banten ditargetkan menarik investasi hingga Rp18 triliun dalam 20 tahun. Adapun dalam lima tahun mendatang, nilai investasi ditargetkan mendekati Rp6 triliun.

“Harapan kita, keberadaan KEK ini mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat Banten,” kata Andra.

Menurut Andra, Pemprov Banten akan mendukung pengembangan kawasan tersebut, termasuk rencana perluasan area yang tengah diajukan pengelola. Salah satu sektor yang diproyeksikan berkembang adalah teknologi digital, termasuk pembangunan pusat data atau data center.

“Nantinya akan banyak teknologi yang masuk, salah satunya data center. Kehadiran infrastruktur ini sangat diperlukan oleh pemerintah guna mendukung ekosistem digital di Indonesia,” ujarnya.

Selain investasi, pemerintah daerah menyoroti kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemprov Banten telah bekerja sama dengan pengelola KEK ETKI dalam menyediakan akses pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Salah satu programnya berupa beasiswa pendidikan vokasi di Fuji Academy bagi 20 anak asal Banten. Para peserta dipersiapkan untuk memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja dan diproyeksikan berkarier di Jepang.

Kepala Divisi Operasional Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty, mengatakan kawasan tersebut ditetapkan sebagai KEK pada Oktober 2024 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024. Kawasan ini memiliki luas sekitar 59,68 hektare.

Menurut Lindawaty, pembangunan kawasan bagian timur telah mencapai sekitar 50 persen. Sementara bagian barat masih dalam tahap pengembangan.

Saat ini terdapat 29 tenant yang telah beroperasi atau membangun fasilitas di kawasan tersebut. Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi sedikitnya 50 pelaku usaha dalam lima tahun ke depan.

Sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang menarik investor. Sejumlah layanan yang telah hadir antara lain in vitro fertilization (IVF), klinik kecantikan dan estetika, klinik onkologi, serta laboratorium genetik.

Pengelola KEK ETKI juga menggandeng pemerintah daerah untuk memperluas promosi investasi dan membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha lokal.

“Kami bersama Pemprov Banten berupaya mempromosikan KEK melalui sistem aplikasi investasi. Selain itu, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan mempertemukan para pelaku usaha di sekitar kawasan dengan mitra bisnis yang sudah ada di dalam kawasan,” kata Lindawaty. (Aep/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *