Di Sindangheula Sampah Plastik Menjadi Rupiah

0
Di Sindangheula Sampah Plastik Menjadi Rupiah
Views: 2

SERANG, TirtaNews — Pemerintah Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi melalui Bank Sampah Sindangheula. Kepala Desa Sindangheula, Suheli bahkan turun langsung menjemput dan menimbang sampah plastik yang dikumpulkan warga.

‎Kegiatan itu berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026. Suheli bersama pengurus Bank Sampah mendatangi warga untuk mengambil sampah plastik yang telah dipilah dari rumah.

‎Sampah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah diperlakukan sebagai barang bernilai ekonomi. Setelah dikumpulkan dan ditimbang, sampah tersebut disalurkan untuk dijual.

‎“Hari ini kami bersama Bank Sampah Desa Sindangheula menimbang dan menjemput sampah-sampah yang sudah terkumpul. Sampah yang saat ini sudah terkumpul adalah sampah plastik,” kata Suheli.

‎Menurut dia, pengelolaan sampah tidak berhenti pada persoalan kebersihan. Sampah yang dipilah dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi warga.

‎“Kami akan timbang dan langsung kami eksekusi menjadi uang. Jadi, dari sampah menjadi rupiah,” ujarnya.

‎Suheli mengajak warga membiasakan diri memilah sampah dari rumah. Sampah plastik, kata dia, sebaiknya tidak dibuang sembarangan karena masih memiliki nilai jual.

‎“Kami menghimbau kepada masyarakat Desa Sindangheula agar cinta kebersihan. Kumpulkan sampah-sampah plastik, nanti akan ada nilai ekonomi dan nilai rupiahnya,” katanya.

‎Bagi Pemerintah Desa Sindangheula, Bank Sampah menjadi salah satu cara menggabungkan kepentingan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Warga didorong tidak sekadar membuang sampah, tetapi mengelolanya sejak dari sumber.

‎“Untuk menjaga kelestarian alam dan juga menjaga kebersihan dari kita,” ujar Suheli.

‎Keterlibatan langsung kepala desa diharapkan memperkuat partisipasi masyarakat. Gerakan tersebut sekaligus mengubah cara pandang terhadap sampah: dari persoalan lingkungan menjadi komoditas yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.

‎Pemerintah Desa Sindangheula berharap kebiasaan memilah dan mengumpulkan sampah terus berkembang sehingga kebersihan lingkungan desa berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (Sarman/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *