Kabupaten Tangerang Juara Umum MTQ Banten, Wagub Dorong Pendidikan Al-Quran‎

0
Kabupaten Tangerang Juara Umum MTQ Banten, Wagub Dorong Pendidikan Al-Quran‎
Views: 3

‎KOTA SERANG, TirtaNews – Kabupaten Tangerang keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten 2026. Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyerahkan piala bergilir kepada Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat penutupan MTQ di halaman Masjid Raya Al-Bantani, Kota Serang, Kamis malam, 9 Juli 2026.

‎Berdasarkan keputusan Dewan Hakim, Kabupaten Tangerang meraih nilai tertinggi, yakni 759. Posisi kedua ditempati Kota Tangerang dengan nilai 614, disusul Kabupaten Serang 549, Kota Tangerang Selatan 542, Kota Cilegon 199, Kabupaten Lebak 133, Kota Serang 90, dan Kabupaten Pandeglang 63.

‎Dalam sambutannya, Dimyati mengatakan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Quran, tetapi menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membentuk generasi Qurani di Banten.

‎Menurut dia, ulama memiliki peran penting dalam membina generasi muda agar tetap mencintai Al-Quran di tengah perkembangan teknologi dan pengaruh budaya global. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah memperkuat pendidikan Al-Quran, termasuk melalui muatan lokal di sekolah.

‎Dimyati juga mengajak seluruh kafilah terus meningkatkan kemampuan dengan memperbanyak festival dan kompetisi membaca Al-Quran. Menurutnya, semakin sering berlatih, semakin besar peluang Banten meraih prestasi pada MTQ tingkat nasional.

‎Selain nilai keagamaan, ia menilai penyelenggaraan MTQ turut memberi dampak ekonomi bagi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah selama kegiatan berlangsung.

‎Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama sekaligus Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Nasional, Muchlis M. Hanafi, mengapresiasi penyelenggaraan MTQ di Banten. Ia menyebut Banten memiliki tradisi keilmuan Islam dan sanad Al-Quran yang kuat serta telah melahirkan banyak ulama, termasuk Syekh Nawawi Al-Bantani.

‎Menurut Muchlis, MTQ tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan, keaslian bacaan Al-Quran, dan warisan para ulama yang telah berkembang di Banten selama berabad-abad. (Aep/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *